TBS Energi (TOBA) Terjun Bebas! Rugi Triliunan, Saham Merosot Tajam

TBS Energi (TOBA) Terjun Bebas! Rugi Triliunan, Saham Merosot Tajam

Haluannews Ekonomi – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencatatkan kerugian yang sangat signifikan pada kuartal III-2025, mencapai US$127,89 juta atau setara dengan Rp2,12 triliun. Angka ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perusahaan masih mencatatkan laba sebesar US$54,43 juta.

COLLABMEDIANET

Kemerosotan kinerja keuangan TOBA ini terutama disebabkan oleh kerugian dari divestasi dua anak perusahaannya, yaitu PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP) dan PT Minahasa Cahaya Lestari (MCL). Divestasi ini mengakibatkan kerugian konsolidasian sekitar US$96,9 juta.

TBS Energi (TOBA) Terjun Bebas! Rugi Triliunan, Saham Merosot Tajam
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dari sisi pendapatan, perusahaan terafiliasi Luhut Binsar Pandjaitan ini juga mengalami penurunan. Pendapatan tercatat sebesar US$288,17 juta, turun 14,4% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan dengan US$336,65 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh anjloknya penjualan batu bara sebesar 62,62% yoy menjadi hanya US$74,98 juta, seiring dengan strategi perusahaan untuk beralih dari bisnis batu bara ke pengelolaan limbah.

Meskipun demikian, pendapatan dari treatment dan pembuangan limbah mengalami peningkatan signifikan, lebih dari 11 kali lipat menjadi US$111,9 juta. Namun, peningkatan ini belum mampu mengkompensasi penurunan dari penjualan batu bara.

Beban pokok pendapatan TOBA mencapai US$266,14 juta, sehingga laba bruto hanya mencapai US$22,03 juta, jauh di bawah US$78,34 juta pada tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, TBS mencatatkan rugi usaha sebesar US$11,31 juta, berbalik dari laba operasi US$92,61 juta pada kuartal III-2024.

Arus kas perusahaan juga mengalami tekanan. Arus kas dari aktivitas operasi defisit sebesar US$20,45 juta, berbanding terbalik dari posisi positif US$105,64 juta tahun sebelumnya. Sementara aktivitas investasi menyerap kas hingga US$296,39 juta.

Total aset TBS per akhir September 2025 turun menjadi US$805,7 juta dari US$893,7 juta pada akhir 2024. Sementara itu, total ekuitas perusahaan menyusut menjadi US$238,1 juta, turun dari US$436,7 juta pada akhir tahun lalu.

Kondisi keuangan yang kurang baik ini turut mempengaruhi kinerja saham TOBA. Saham TOBA mengalami koreksi 31,73% dalam sebulan terakhir. Pada perdagangan hari ini, Rabu (29/10/2025), saham TOBA anjlok 15% ke level 850 hingga akhir sesi I.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar