Standar Baru BUMN Bukan Sekadar Cuan

Standar Baru BUMN Bukan Sekadar Cuan

haluannews.id – Era di mana Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hanya mengejar angka keuntungan finansial semata kini telah berakhir. Transformasi besar-besaran sedang dilakukan untuk mengubah wajah perusahaan pelat merah agar lebih humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Fokus utama yang kini ditekankan adalah bagaimana kualitas pelayanan publik menjadi wajah utama dari keberhasilan sebuah perusahaan negara.

COLLABMEDIANET

Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, memberikan pernyataan tegas mengenai perubahan paradigma ini. Menurutnya, di tengah kompetisi global yang semakin sengit, BUMN tidak bisa lagi bersikap santai atau merasa aman hanya karena statusnya sebagai milik negara. Persaingan saat ini menuntut setiap perusahaan untuk mampu memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan agar dapat bertahan dalam jangka panjang.

Standar Baru BUMN Bukan Sekadar Cuan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Pemenang dalam sebuah persaingan adalah mereka yang mampu memberikan pelayanan terbaik. Kualitas layanan inilah yang akan menentukan keberlanjutan sebuah perusahaan. Kita tidak lagi berada di era dua dekade lalu di mana kompetisi tidak begitu terasa," ujar Dony dalam sebuah kesempatan yang dikutip dari kanal media sosial resmi BUMN.

Sebagai langkah konkret untuk mengukur sejauh mana transformasi ini berjalan, diselenggarakanlah ajang Danantara Indonesia CX100 Award 2026. Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan instrumen penting untuk memetakan kualitas pengalaman pelanggan (customer experience) di lingkungan BUMN. Melalui ajang ini, diumumkan para pemenang mulai dari Grand Champion, delapan Sector Champions, hingga daftar Top 100 BUMN berdasarkan kepuasan pelanggan.

Ada tiga pilar utama yang menjadi tolok ukur dalam penilaian CX100, yakni Effectiveness (ketepatan dalam memenuhi kebutuhan), Ease (kemudahan akses layanan), dan Emotion (kenyamanan serta pengalaman emosional positif pelanggan). Ketiga indikator ini dirancang untuk memastikan bahwa peningkatan layanan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menyentuh aspek psikologis dan kemudahan nyata bagi masyarakat.

Dalam pengumuman tersebut, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil menyabet gelar Grand Champion. Selain itu, delapan perusahaan lainnya juga meraih predikat Sector Champions yang mewakili berbagai sektor vital, mulai dari layanan keuangan, energi, infrastruktur transportasi, kesehatan, hingga sektor logistik dan pariwisata.

Dony Oskaria juga menekankan sebuah poin krusial bagi para pemangku kebijakan di BUMN. Ia mendorong agar kualitas pelayanan publik dijadikan sebagai salah satu parameter utama dalam menilai kinerja para jajaran direksi dan direktur utama. Artinya, keberhasilan seorang pemimpin BUMN tidak boleh hanya diukur dari laporan laba rugi, tetapi juga dari seberapa besar dampak positif dan kepuasan yang dirasakan oleh masyarakat luas.

Melalui penguatan budaya pelayanan ini, BP BUMN berharap terjadi pertukaran praktik terbaik (best practice) antarperusahaan negara. Transformasi ini diharapkan mampu menciptakan standar baru di mana BUMN hadir sebagai solusi yang mudah diakses, berkualitas tinggi, dan sepenuhnya berorientasi pada kepentingan rakyat sebagai pemilik sah negara.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar