Haluannews Ekonomi – Pusat perbelanjaan ikonik Jakarta, Sarinah, secara mendadak menutup operasionalnya lebih cepat dari jadwal pada Jumat (29/8/2025) pukul 16.00 WIB. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipatif menyusul aksi demonstrasi besar-besaran yang terjadi di sejumlah titik Ibu Kota. Melalui akun Instagram resminya, manajemen Sarinah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan menyatakan penutupan dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Related Post
Meskipun tidak secara eksplisit dijelaskan, penutupan dini ini diduga kuat berkaitan erat dengan demonstrasi ribuan pengemudi ojek online yang berunjuk rasa terkait tewasnya salah satu rekan mereka, Affan Kurniawan, akibat terlindas mobil rantis Brimob pada Kamis (28/8/2025) malam di Pejompongan, Jakarta Pusat. Jenazah Affan telah dimakamkan pada Jumat pagi di TPU Karet Bivak.

Meskipun Sarinah menutup pintunya lebih awal, manajemen memberikan sinyal positif bahwa operasional akan kembali normal pada hari berikutnya. Unggahan di Instagram resmi Sarinah menyatakan, "Sampai jumpa besok di Sarinah," mengindikasikan pusat perbelanjaan tersebut dijadwalkan beroperasi seperti biasa pada Sabtu (30/8/2025). Namun, situasi keamanan dan potensi dampak dari aksi demonstrasi masih perlu dipantau lebih lanjut. Kejadian ini tentu saja berdampak pada pendapatan Sarinah dan menimbulkan pertanyaan mengenai potensi kerugian yang dialami.
Kejadian ini menjadi sorotan bagi dunia usaha di Jakarta, khususnya sektor ritel, mengingatkan akan pentingnya perencanaan mitigasi risiko dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban umum. Penutupan mendadak Sarinah juga menimbulkan pertanyaan tentang dampak ekonomi jangka pendek dan panjang dari aksi demonstrasi tersebut.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar