Haluannews Ekonomi – Pasar saham Indonesia diramaikan oleh aksi agresif investor terhadap saham-saham bank jumbo pada Selasa (12/8/2025). BBRI memimpin pergerakan dengan lonjakan fantastis 6,3% ke level 4.050. BMRI dan BBNI juga tak mau kalah, masing-masing mencatatkan kenaikan signifikan 4,03% (Rp 4.910) dan 3,81% (Rp 4.360).

Related Post
Euforia tak hanya berhenti di bank-bank besar. Bank kelas menengah seperti BBTN dan BRIS juga ikut merasakan manisnya pergerakan positif menjelang perayaan kemerdekaan. BBTN naik 4,56% ke level 1.260, sementara BRIS menanjak 1,83% ke level 2.780.

Sejak awal perdagangan, saham perbankan menjadi primadona. BMRI dan BBRI memimpin transaksi dengan nilai masing-masing mencapai Rp 3,55 triliun dan Rp 3,2 triliun. BBNI juga membukukan transaksi signifikan senilai Rp 1,09 triliun.
Aliran dana asing yang kembali masuk ke pasar modal Indonesia menjadi salah satu pendorong utama kenaikan ini. Data menunjukan net buy asing mencapai Rp 849,85 miliar pada hari sebelumnya, melanjutkan tren positif setelah periode net sell.
Optimisme terhadap pasar negara berkembang juga turut berkontribusi. Survei Bank of America (BofA) yang dikutip dari The Financial Times menunjukkan 37% manajer investasi global meningkatkan porsi investasi di saham pasar negara berkembang, level tertinggi sejak Februari 2023. Hal ini didorong oleh prospek ekonomi Tiongkok yang positif dan pelemahan dolar AS.
Elyas Galou, investment strategist BofA, menilai kombinasi optimisme ekonomi Tiongkok dan sentimen bearish terhadap dolar AS menjadi katalis kuat bagi pasar negara berkembang. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok dinilai mampu mengurangi dampak perang dagang masa lalu.
IHSG pun ikut merasakan dampak positif, ditutup naik 2,44% ke level 7.791,7. Nilai transaksi harian mencapai Rp 19,3 triliun. Sektor teknologi menjadi yang paling menonjol dengan kenaikan 6,85%, disusul utilitas (3,62%) dan finansial (3,49%).
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar