haluannews.id – Industri elektronik nasional tengah menghadapi periode krusial. Kapasitas produksi sektor ini tertekan hebat, dipicu oleh merosotnya daya beli masyarakat dan banjirnya produk-produk impor yang membanjiri pasar domestik. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan industri strategis di Tanah Air.

Related Post
Menyikapi situasi tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komoditi Elektronik (APKONIK), Deny Irawan, menegaskan pentingnya strategi adaptif. Menurut Deny, para pelaku usaha harus berupaya keras mempertahankan pangsa pasar yang ada, sekaligus menggenjot efisiensi operasional dan menekan biaya produksi agar tetap kompetitif.

Dukungan dari pemerintah juga menjadi sorotan utama. APKONIK berharap adanya regulasi yang lebih pro-industri lokal, yang mampu menciptakan iklim usaha kondusif dan melindungi produk dalam negeri dari gempuran barang impor. Ini krusial untuk menjaga stabilitas pasar domestik.
Selain itu, industri elektronik didorong untuk terus meningkatkan daya saing melalui inovasi produk, peningkatan kualitas, serta kecepatan dalam merespons dinamika pasar. Penguatan ekosistem industri di dalam negeri juga mutlak diperlukan, memastikan rantai pasok yang lengkap dan kompetitif.
Namun, salah satu strategi paling menjanjikan adalah perluasan pasar ekspor global. Dengan utilitas yang rendah di dalam negeri, menggarap pasar internasional menjadi jalan keluar vital untuk menjaga roda produksi tetap berputar dan membuka peluang pertumbuhan baru. Deny Irawan sebelumnya menyampaikan pandangan ini dalam sebuah diskusi mendalam di Manufacture Check, seperti dilansir dari haluannews.id.










Tinggalkan komentar