haluannews.id – Di era modern ini, peran wanita semakin sentral dalam berbagai sektor, bahkan di pelosok negeri. Salah satu kisah inspiratif datang dari Elce Putri Bontong, seorang Mantri BRI yang berdedikasi tinggi di Unit Bolu, Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Dengan semangat baja, ia tak gentar menghadapi medan terjal di wilayah 3T demi memastikan akses layanan perbankan menjangkau masyarakat paling membutuhkan.

Related Post
Bagi Elce, setiap perjalanan menembus desa-desa terpencil bukan sekadar rutinitas pekerjaan, melainkan sebuah misi mulia untuk menggerakkan denyut nadi perekonomian lokal. Keteguhannya menjadi cerminan nyata bahwa kaum perempuan mampu tidak hanya berdaya secara mandiri, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi komunitas sekitarnya.

Kiprah Elce di bank pelat merah ini dimulai sejak tahun 2013, berawal dari posisi teller lalu berlanjut sebagai customer service. Namun, pengalaman melayani nasabah di balik meja kantor justru memicu keinginannya untuk berkontribusi lebih luas. Kesempatan itu tiba pada tahun 2020, saat ia berhasil lolos seleksi Mantri BRI dan ditugaskan di tanah Toraja. "Saya merasa jangkauan pelayanan akan lebih luas sebagai Mantri. Sebelumnya, sebagai teller atau CS, saya hanya menunggu nasabah datang di dalam gedung. Saya ingin proaktif menjemput bola di lapangan, karena kebutuhan nasabah di luar sana jauh lebih beragam," ungkap Elce, seperti dikutip pada Minggu (27/7/2028).
Saat ini, Elce bertugas di BRI Unit Bolu, yang merupakan unit kedua dalam kariernya sebagai Mantri. Ia bertanggung jawab melayani nasabah di Desa Karre Pananian, Kecamatan Nanggala, Toraja Utara. Meskipun jaraknya sekitar 35 kilometer dari kantor unit, perjalanan menuju desa tersebut bukanlah perkara mudah. Jalur pegunungan yang ekstrem, sepi, dan melintasi hutan serta perbukitan menjadi pemandangan sehari-hari yang penuh risiko, terutama bagi seorang wanita. Namun, Elce selalu memiliki strategi khusus untuk menjaga keselamatannya selama menjalankan tugas mulia ini.
Mayoritas nasabah Elce di desa adalah para petani dan peternak, seperti peternak babi dan kerbau. Ia menyediakan berbagai layanan keuangan, mulai dari pinjaman modal usaha untuk pembelian indukan atau penggemukan, hingga fasilitas tabungan. "Pinjaman ini biasanya dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha mereka," terang Elce. Tak hanya menyalurkan pembiayaan, ia juga gigih mengedukasi warga tentang urgensi menabung di bank, mengingat masih banyak yang terbiasa menyimpan uang tunai di rumah. Untuk mengatasi kendala ini, Elce berinisiatif mendirikan Agen BRILink di desa. "Agen BRILink ini sangat membantu masyarakat untuk menyimpan atau menarik uang. Banyak warga Toraja yang merantau, jadi kini mereka bisa mengirim uang kepada keluarga tanpa perlu menitip ke orang lain," tambahnya.
Kebahagiaan sejati bagi Elce terpancar saat menyaksikan usaha para nasabahnya tumbuh dan berkembang. "Saya sangat bangga. Melihat nasabah yang awalnya hanya memiliki satu atau dua ekor ternak, kemudian setahun kemudian ternaknya mencapai seratus ekor berkat pinjaman modal dari BRI, itu sungguh membahagiakan. Meskipun bukan uang pribadi saya, ada kepuasan tersendiri bisa berkontribusi menggerakkan roda perekonomian masyarakat," pungkasnya.
Terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa Mantri BRI bukan sekadar penyalur pembiayaan. Dengan pemahaman mendalam tentang karakteristik usaha, potensi lokal, dan kebutuhan finansial nasabah, mereka berperan sebagai penasihat keuangan yang membimbing pertumbuhan usaha dari awal hingga sukses. "BRI senantiasa menanamkan nilai-nilai budaya kerja positif kepada seluruh karyawannya, sehingga melahirkan komitmen dan dedikasi tinggi seperti yang ditunjukkan para Mantri di lapangan. Kisah Elce adalah bukti konkret kontribusi perempuan dalam memajukan ekonomi kerakyatan. Ini menegaskan bahwa wanita tidak hanya adaptif, tetapi juga menjadi motor penggerak vital bagi kemajuan ekonomi masyarakat," tandas Dhanny.










Tinggalkan komentar