Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan taringnya di tengah gempuran Dolar AS yang membuat mata uang Garuda terkapar. Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (13/04/2026), IHSG sukses melesat ke level 7.492, melanjutkan tren positif yang memukau investor. Namun, di sisi lain, nilai tukar Rupiah justru terperosok semakin dalam, menyentuh angka Rp 17.120 per Dolar Amerika Serikat (AS).

Related Post
Fenomena kontras ini sontak memicu pertanyaan di kalangan pelaku pasar. Bagaimana mungkin pasar saham domestik bisa begitu perkasa di tengah tekanan hebat terhadap mata uang nasional? Para analis dan ekonom mencoba mengurai benang kusut di balik pergerakan pasar modal Indonesia yang tak lazim ini.

Untuk mendalami lebih lanjut sentimen-sentimen yang memengaruhi dinamika pasar modal RI, ulasan komprehensif telah disajikan oleh Andi Shalini bersama Equity Analyst Haluannews.id, Gelson Kurniawan, dalam program Power Lunch Haluannews.id. Diskusi tersebut mengupas tuntas faktor-faktor pendorong kenaikan IHSG, sekaligus menganalisis penyebab tertekannya Rupiah yang kian merana.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar