Rupiah Perkasa Era Habibie: Jurus Jitu Tekan Dolar AS!

Rupiah Perkasa Era Habibie: Jurus Jitu Tekan Dolar AS!

Haluannews Ekonomi – Insiden salah input data kurs Dolar AS oleh Google beberapa waktu lalu, yang sempat menampilkan angka Rp8.170,65 per dolar, membangkitkan memori kolektif masyarakat Indonesia akan krisis moneter 1998. Kala itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menyentuh level Rp16.800, memicu krisis politik dan ekonomi yang dahsyat. Di tengah pesimisme pasar terhadap kemampuan B.J. Habibie, sang presiden justru berhasil membalikkan keadaan.

COLLABMEDIANET

Banyak pihak meragukan kemampuan Habibie, seorang teknokrat yang dikenal sebagai "Bapak Teknologi," untuk mengatasi krisis ekonomi. Namun, Habibie membuktikan diri mampu menstabilkan rupiah dan memulihkan kepercayaan pasar melalui serangkaian kebijakan strategis.

Rupiah Perkasa Era Habibie: Jurus Jitu Tekan Dolar AS!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Salah satu langkah kunci yang diambil Habibie adalah restrukturisasi perbankan. Kebijakan Paket Oktober 1988 yang memudahkan pendirian bank tanpa pengawasan yang memadai, menyebabkan banyak bank tumbang saat krisis. Habibie mengatasi masalah ini dengan menggabungkan empat bank pemerintah menjadi Bank Mandiri dan memisahkan Bank Indonesia (BI) dari pemerintah melalui UU No. 23 Tahun 1999. Independensi BI menjadi kunci untuk menjaga stabilitas moneter.

Selain itu, Habibie menerapkan kebijakan moneter ketat dengan menerbitkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan bunga tinggi. Langkah ini bertujuan menarik dana masyarakat ke bank, mengurangi peredaran uang, dan menekan inflasi. Suku bunga berhasil diturunkan dari 60% menjadi belasan persen, memulihkan kepercayaan terhadap sektor perbankan.

Pengendalian harga bahan pokok juga menjadi prioritas Habibie. Ia mempertahankan subsidi listrik dan BBM agar harga kebutuhan dasar tetap terjangkau bagi masyarakat di tengah krisis. Meskipun kebijakan ini menuai kontroversi, termasuk anjuran berpuasa untuk berhemat, dampaknya signifikan dalam menjaga stabilitas sosial.

Kombinasi kebijakan tersebut berhasil meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. Aliran dana investor kembali masuk, dan nilai tukar rupiah menguat signifikan. Dolar AS berhasil diredam dan kembali ke level Rp6.550. Keberhasilan Habibie menunjukkan bahwa kepemimpinan yang tepat dan kebijakan yang terukur dapat mengatasi krisis ekonomi yang paling parah sekalipun.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar