Wanita Indonesia Rajai SR025 Sukuk Ritel Pecah Rekor

Wanita Indonesia Rajai SR025 Sukuk Ritel Pecah Rekor

haluannews.id – Gelombang antusiasme investor di Indonesia sukses menyerap habis Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel seri SR025. Yang menarik, mayoritas pembeli instrumen investasi syariah ini adalah kaum perempuan, menunjukkan kekuatan finansial mereka dalam kancah pasar modal.

COLLABMEDIANET

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, mengumumkan pada Senin 21 September 2026, bahwa pemerintah telah merampungkan penetapan hasil penjualan sukuk ritel yang ditawarkan sejak 21 Agustus hingga 16 September 2026. Hasilnya sungguh mencengangkan.

Wanita Indonesia Rajai SR025 Sukuk Ritel Pecah Rekor
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Total investor yang berpartisipasi mencapai 93.548 orang, sebuah rekor tertinggi sepanjang sejarah penerbitan SBSN ritel. Dari jumlah fantastis ini, lebih dari separuhnya, tepatnya 56,66%, merupakan investor perempuan.

"Basis investor SR025 meluas hingga ke seluruh 38 provinsi di Indonesia. Generasi Y atau Milenial mendominasi dengan kontribusi 49,11% dari total investor, sementara partisipasi perempuan mencapai 56,66%. Pegawai swasta juga menjadi kelompok dominan dalam pemesanan SR025, menyumbang 33,66%," terang Suminto kepada haluannews.id.

Data menunjukkan, dari puluhan ribu investor SR025 tersebut, sebanyak 21.582 orang atau setara 23,07% adalah wajah-wajah baru di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Ini mengindikasikan keberhasilan pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan.

"SR025 tidak hanya membukukan jumlah investor terbanyak sepanjang penerbitan SBSN Ritel, tetapi juga mencatatkan volume penjualan tertinggi dalam satu dekade terakhir," imbuh Suminto.

Secara nominal, total penjualan SBSN seri SR025 menembus angka Rp29,77 triliun. Angka ini terbagi menjadi dua seri: SR025T3 dengan tenor 3 tahun yang berhasil mengumpulkan Rp24,93 triliun, dan SR025T5 dengan tenor 5 tahun yang mencapai Rp4,83 triliun.

"Pemerintah secara resmi menetapkan hasil penjualan SR025 pada 21 September 2026 sebesar Rp29.770.058.000.000," tegas Suminto.

Pemerintah menawarkan imbalan atau kupon tetap (fixed rate) yang menarik. Untuk SR025T3, tingkat imbalan ditetapkan sebesar 6,80% per tahun. Sementara itu, seri dengan tenor lebih panjang, SR025T5 (5 tahun), menawarkan imbalan yang lebih tinggi, yaitu 6,90% per tahun.

Kedua seri ini menjanjikan pembayaran imbalan secara periodik setiap bulan, tepatnya pada tanggal 10. Pembayaran imbalan perdana untuk kedua seri akan dilakukan pada 10 Oktober 2026, dengan perhitungan short coupon mengingat periode penerbitan yang belum genap satu bulan penuh. SR025T3 akan jatuh tempo pada 10 September 2029, sedangkan SR025T5 akan berakhir pada 10 September 2031.

Dalam hal batasan investasi, pemerintah menetapkan minimum pemesanan sebesar Rp1 juta dan kelipatannya untuk kedua seri. Namun, terdapat perbedaan pada batas maksimum pemesanan: SR025T3 dibatasi hingga Rp5 miliar per investor, sementara SR025T5 memungkinkan investasi hingga Rp10 miliar per investor.

Skema ini secara jelas menargetkan investor individu, baik skala kecil maupun menengah. Ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik dan memperluas basis investor ritel di dalam negeri. Instrumen ini diterbitkan oleh Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia, dengan underlying asset berupa Barang Milik Negara (BMN) serta berbagai proyek dan kegiatan Kementerian/Lembaga yang tercantum dalam APBN 2026.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar