haluannews.id – Bursa Efek Indonesia BEI membuat gebrakan signifikan dengan merevisi batas harga terendah saham dari Rp50 menjadi Rp1. Kebijakan revolusioner ini tidak hanya mengubah lanskap perdagangan saham, tetapi juga diikuti dengan penyesuaian aturan Auto Rejection AR untuk instrumen ekuitas dan Dana Investasi Infrastruktur DINFRA yang diperdagangkan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Perubahan ini digadang-gadang akan membuka era baru bagi investor dan dinamika pasar modal.

Related Post
Keputusan krusial ini diambil untuk mengoptimalkan proses pembentukan harga saham atau price discovery, memacu likuiditas pasar, serta memberikan keluwesan yang lebih besar bagi para pelaku pasar dalam mengelola portofolio investasi mereka. Dengan harga minimum Rp1, saham-saham yang sebelumnya terpatok di Rp50 kini memiliki rentang pergerakan harga yang jauh lebih luas, berpotensi meningkatkan daya tarik dan aktivitas transaksi.

Menurut pernyataan resmi BEI yang diterima haluannews.id pada Senin 21 September 2026 regulasi baru ini diatur dalam dua Surat Keputusan Direksi BEI. Kedua SK tersebut telah diterbitkan dan akan mulai berlaku efektif pada Senin 28 September 2026. Ini berarti investor memiliki waktu singkat untuk memahami dan beradaptasi dengan sistem perdagangan yang diperbarui.
Adapun terkait ketentuan Auto Rejection Atas ARA dan Auto Rejection Bawah ARB terdapat skema bertahap. Hingga 31 Desember 2026 BEI masih akan mempertahankan skema ARB asimetris sebesar 15% khusus untuk saham-saham dengan harga di atas Rp10. Sementara itu sejalan dengan penetapan harga minimum Rp1 untuk saham-saham yang berada dalam rentang harga Rp1 hingga Rp10 batas ARA dan ARB akan ditetapkan secara flat sebesar Rp1.
Perubahan lebih lanjut akan terjadi mulai 1 Januari 2027. Pada tanggal tersebut ketentuan ARB akan kembali diterapkan secara simetris sesuai dengan rentang harga saham yang berlaku. Investor diharapkan mencermati rincian perubahan posisi ARA dan ARB pada skema batasan harga minimum saham terbaru ini untuk menghindari kejutan dalam aktivitas perdagangan mereka. Era baru perdagangan saham di Indonesia telah dimulai.










Tinggalkan komentar