Haluannews Ekonomi – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka sedikit melemah pada perdagangan Rabu (5/11/2025), di tengah antisipasi pasar terhadap rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025. Rupiah terpantau berada di level Rp16.710 per dolar AS, terdepresiasi 0,09% dari penutupan sebelumnya.

Related Post
Sentimen pasar saat ini tertuju pada pengumuman angka Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III-2025 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada pukul 11.00 WIB. Konsensus pasar yang dihimpun Haluannews.id dari 13 institusi memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode ini mencapai 5,01% secara tahunan (yoy) dan 1,40% secara kuartalan (qtq).

Meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kuartal II-2025 sebesar 5,12% (yoy), angka ini masih menunjukkan ketahanan permintaan domestik dan stabilitas ekonomi Indonesia di tengah gejolak eksternal.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) menunjukkan pelemahan tipis sebesar 0,14% pada pukul 09.00 WIB, berada di level 100,09. Namun, secara umum, dolar AS masih menunjukkan tren penguatan setelah sempat mencapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.
Penguatan dolar AS dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian terkait kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) dan dampak lanjutan dari potensi penutupan pemerintahan AS. Pasar kini melihat peluang pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Fed pada Desember semakin kecil, meskipun bank sentral AS tersebut telah memangkas suku bunga pada pertemuan sebelumnya.
Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang mengindikasikan bahwa keputusan selanjutnya tidak serta merta mengarah pada pelonggaran lebih lanjut, membuat imbal hasil obligasi AS tetap tinggi dan menjaga daya tarik aset-aset berdenominasi dolar AS. Pergerakan rupiah hari ini akan sangat bergantung pada data PDB yang akan dirilis dan sentimen global terhadap dolar AS.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar