Ray Dalio Lepas Kendali Bridgewater, Brunei Jadi Pemegang Saham Jumbo!

Ray Dalio Lepas Kendali Bridgewater, Brunei Jadi Pemegang Saham Jumbo!

Haluannews Ekonomi – Investor kawakan Ray Dalio resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di Bridgewater Associates, perusahaan investasi raksasa yang didirikannya. Langkah ini sekaligus menandai pengunduran dirinya dari dewan direksi perusahaan. Informasi ini terungkap dalam surat Bridgewater kepada para kliennya.

COLLABMEDIANET

Bridgewater kemudian menerbitkan saham baru yang dibeli oleh sovereign wealth fund (SWF) Brunei dalam kesepakatan bernilai miliaran dolar AS. Dengan transaksi itu, Brunei Investment Agency kini menggenggam hampir 20% saham Bridgewater yang berbasis di Connecticut, AS.

Ray Dalio Lepas Kendali Bridgewater, Brunei Jadi Pemegang Saham Jumbo!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menurut laporan The Wall Street Journal, transaksi besar ini sebelumnya tidak dipublikasikan. Dana investasi Brunei (Brunei Investment Agency) telah lama menjadi investor setia Bridgewater, dan kini mengalihkan investasinya dari dana kelolaan menjadi kepemilikan ekuitas langsung di perusahaan tersebut.

Saat ini, Badan Pengelola Investasi asal Brunei ini menjadi salah satu pemegang saham terbesar di Bridgewater. Meski begitu, Kepala Investasi Bersama Bob Prince tetap menjadi pemegang saham utama perusahaan.

Dalio, yang kini berusia 75 tahun, menyatakan keyakinannya terhadap masa depan Bridgewater, dan akan tetap berperan sebagai klien serta mentor. Ia pun masih menginvestasikan dananya dalam portofolio yang dikelola Bridgewater.

Sumber internal perusahaan berharap keluarnya Dalio dari kepemilikan dan dewan direksi dapat menyederhanakan tata kelola perusahaan.

CEO Bridgewater Nir Bar Dea dan Co-Chair Mike McGavick menyebut penjualan saham terakhir Dalio sebagai puncak ideal dari proses transisi kepemilikan. Mereka juga menyebut seluruh jajaran, termasuk Dalio, akan merayakan ulang tahun ke-50 perusahaan di Connecticut dan New York.

Total dana kelolaan Bridgewater mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Per akhir 2024, perusahaan mengelola dana sebesar US$92,1 miliar, turun dari US$168 miliar pada akhir 2019. Penurunan ini sebagian disebabkan oleh langkah pembatasan ukuran dana unggulan mereka, Pure Alpha, pada 2023 dan 2024 demi meningkatkan kinerja.

Pure Alpha mencatat imbal hasil kumulatif 5,9% selama periode lima tahun hingga akhir 2024. Namun performa Pure Alpha membaik setelah pembatasan ukuran diterapkan. Dana tersebut naik 11,3% sepanjang 2024 dan melonjak 17% pada paruh pertama 2025.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar