Haluannews Ekonomi – Parkir liar, momok bagi kenyamanan pelanggan dan bisnis ritel. Hal ini diakui PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI), pengelola Alfamart dan Alfamidi, yang menjadikan penanggulangan parkir liar sebagai bagian penting strategi bisnis 2024. "Masalah parkir liar memang menjadi perhatian kami untuk meningkatkan standar dan kualitas pelayanan konsumen," ungkap Direktur Legal and Compliance Alfamidi, Afid Hermeily, Kamis (12/12/2024).

Related Post
Strategi MIDI bukan hanya sekedar larangan. Mereka memilih pendekatan kolaboratif dengan melibatkan pemerintah daerah (Pemda), aparat keamanan, dan warga sekitar. "Kami sudah melakukan pertemuan. Parkir liar ada di lingkungan perumahan dan non-perumahan. Yang di perumahan, ada yang berasal dari warga sekitar dan luar lingkungan," jelas Afid.

Meskipun sudah ada peringatan, tukang parkir liar masih membandel. "Kami kerjasama dengan lingkungan setempat dan pihak keamanan untuk tindakan tegas, namun parkir liar masih muncul," ujarnya. Sebagai solusi, MIDI akan menerapkan pendekatan persuasif, memberikan edukasi kepada warga yang menjadi juru parkir liar dengan bantuan lingkungan setempat. "Setelah itu, kami akan mengambil tindakan lebih lanjut demi keamanan dan kenyamanan konsumen," imbuh Afid.
Koordinasi dengan Pemda dan aparat keamanan juga krusial. MIDI akan memanfaatkan regulasi pelarangan parkir liar yang telah dikeluarkan beberapa daerah. "Kami akan berkoordinasi terkait penertiban parkir liar dan mengikuti aturan yang berlaku," tegasnya. Langkah komprehensif ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belanja yang lebih nyaman dan aman bagi pelanggan Alfamart dan Alfamidi.




Tinggalkan komentar