Haluannews Ekonomi – Pertumbuhan transaksi digital di Indonesia memang sedang melesat. Center of Economics and Law Studies (Celios) bahkan memprediksi nilai transaksi digital akan mencapai angka fantastis, Rp 2.908 triliun pada tahun 2025! Dorongan utama? Meningkatnya adopsi teknologi finansial dan kebutuhan pembiayaan yang terus membengkak.

Related Post
Hal ini diperkuat oleh Direktur Utama Artajasa, Armand Hermawan. Dalam wawancara eksklusif di program Power Lunch Haluannews.id (Jumat, 10/01/2025), Armand mengungkapkan lonjakan signifikan transaksi QRIS sepanjang tahun 2024. Angkanya sungguh mencengangkan: 5,46 juta transaksi! Ini merupakan peningkatan 200% dari target awal, dengan jumlah merchant yang terdaftar mencapai 35 juta.

Keberhasilan ini, menurut Armand, tak lepas dari inisiatif Bank Indonesia (BI) dalam mendorong implementasi QRIS. Program edukasi dan literasi yang gencar dilakukan oleh industri juga berperan penting dalam meningkatkan penetrasi transaksi QRIS. Jadi, bukan hanya teknologi yang berperan, tapi juga edukasi masyarakat yang menjadi kunci suksesnya. Simak selengkapnya wawancara Anneke Wijaya dengan Armand Hermawan di Power Lunch Haluannews.id untuk mengetahui strategi di balik kesuksesan QRIS ini.











Tinggalkan komentar