Haluannews Ekonomi – Direktur Utama Artajasa, Armand Hermawan, mengungkapkan lonjakan transaksi digital tak lepas dari dorongan Bank Indonesia (BI) dalam mengimplementasikan QRIS dan upaya masif meningkatkan edukasi serta literasi digital. Hal ini, menurutnya, menjadi katalis perluasan layanan transaksi digital, termasuk pengembangan QRIS Tap berbasis NFC. Teknologi ini, awalnya digunakan untuk transportasi seperti jalan tol dan Bus Damri, kini merambah ke MRT.

Related Post
Lebih mengejutkan lagi, industri pembayaran tengah mempersiapkan ekspansi QRIS ke kancah internasional, menyasar Arab Saudi dan India. Langkah ini tentu saja akan berdampak signifikan terhadap perekonomian digital kedua negara tersebut.

Namun, peran industri pembayaran tak hanya sebatas perluasan layanan. Dalam wawancara eksklusif bersama Anneke Wijaya di program Power Lunch Haluannews.id (Jumat, 10/01/2025), Armand Hermawan juga memaparkan strategi pemberantasan judi online yang memanfaatkan QRIS. Untuk detail selengkapnya mengenai strategi tersebut dan bagaimana industri pembayaran berperan aktif dalam pengembangan QRIS hingga penetrasi pasar internasional, saksikan wawancara lengkapnya di tayangan Power Lunch Haluannews.id.









Tinggalkan komentar