haluannews.id – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menggebrak publik dengan proyeksi fantastis mengenai setoran dividen dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Setelah serangkaian koreksi laporan keuangan yang signifikan, BUMN diprediksi akan menyumbang hingga Rp200 triliun ke kas negara pada tahun 2026, sebuah lonjakan yang mencengangkan hingga 400 persen dari angka tahun 2024.

Related Post
Dalam pidato pentingnya di Sidang Tahunan dan Sidang Bersama MPR/DPR RI, Prabowo menjelaskan bahwa setoran dividen BUMN pada tahun 2025 telah mencapai Rp142,3 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan impresif sebesar 67 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya Rp85,5 triliun. Bahkan, jika Penyertaan Modal Negara (PMN) dikesampingkan, dividen BUMN di tahun 2025 tercatat Rp138 triliun, melonjak 160 persen dari Rp53 triliun di tahun sebelumnya.

Target ambisius Prabowo tak berhenti di situ. Untuk tahun 2026, ia memproyeksikan dividen BUMN akan meroket hingga Rp200 triliun, dan yang lebih menarik, angka ini diharapkan tercapai tanpa adanya Penyertaan Modal Negara (PMN). Ini berarti, dalam kurun waktu dua tahun saja, dari 2024 ke 2026, dividen BUMN berpotensi melambung empat kali lipat atau 400 persen.
Kenaikan dividen yang drastis ini, menurut Prabowo, adalah bukti nyata bahwa pengelolaan BUMN dengan prinsip akal sehat, kejujuran, dan keadilan akan membuahkan hasil yang cepat dan signifikan. "Ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat," tegasnya, menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk memastikan BUMN bekerja demi kepentingan seluruh rakyat Indonesia.










Tinggalkan komentar