haluannews.id – Presiden RI Prabowo Subianto baru-baru ini membeberkan sebuah kabar mengejutkan yang patut disoroti: PT Pupuk Indonesia (Persero), salah satu BUMN strategis, berhasil mencatatkan lonjakan keuntungan yang fantastis hingga 252,8 persen. Pengumuman ini disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI pada Jumat, 14 Agustus 2026, menjadi sorotan utama di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.

Related Post
Lebih mencengangkan lagi, peningkatan laba yang luar biasa ini justru diiringi dengan penurunan harga pupuk di pasaran mencapai 20 persen. Sebuah fenomena langka yang, menurut Prabowo, merupakan kali pertama dalam sejarah Indonesia. "Untuk pertama kalinya, harga pupuk dapat kita turunkan kepada rakyat," tegasnya, menggarisbawahi komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan petani.

Prabowo juga menambahkan bahwa ketersediaan pupuk bagi masyarakat tetap terjaga, bahkan dengan harga yang lebih terjangkau. Kondisi ini secara langsung mendongkrak produksi pertanian nasional dan mempercepat terwujudnya kemandirian pangan. Data menunjukkan, Pupuk Indonesia sukses membukukan laba bersih sebesar Rp8,51 triliun pada semester I 2026, melonjak 253 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp2,41 triliun.
Sebelumnya, Badan Pelaksana BUMN (BP BUMN) melalui Kepala Dony Oskaria, memang telah mendorong PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) untuk terus mengukuhkan kinerja bisnisnya sekaligus menjaga peran vital dalam menopang ketahanan pangan nasional. Dony Oskaria, dalam keterangannya pada Jumat, 19 Juni 2026, menyebut bahwa berbagai langkah transformasi yang dijalankan perusahaan telah membuahkan hasil positif, tercermin dari pertumbuhan kinerja finansial yang signifikan hingga Mei 2026.
Secara kumulatif, Pupuk Indonesia Group mencatat pendapatan sepanjang tahun berjalan (ytd) sebesar Rp47,71 triliun, tumbuh impresif 49 persen dibanding periode serupa tahun lalu. Performa operasional yang semakin kokoh turut mendorong EBITDA perusahaan mencapai Rp11,36 triliun, meningkat 132 persen. Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar Rp6,70 triliun, atau meroket 230 persen secara tahunan.
Dony Oskaria menilai, capaian ini menjadi bukti bahwa strategi transformasi bisnis yang diimplementasikan Pupuk Indonesia berada pada jalur yang tepat dan harus terus diperkuat agar mampu menghadapi berbagai dinamika pasar dan kebijakan di masa mendatang. "Transformasinya sudah mulai menunjukkan hasil. Ke depan yang perlu dijaga adalah konsistensi, sambil tetap siap menghadapi perubahan pasar dan kebijakan," ujarnya.
Melalui penguatan transformasi, pengelolaan risiko yang lebih adaptif, serta tata kelola distribusi yang kian optimal, Pupuk Indonesia diharapkan dapat terus meningkatkan daya saingnya. Lebih jauh lagi, perusahaan ini diharapkan mampu memperkokoh kontribusinya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.










Tinggalkan komentar