haluannews.id – Otoritas Jasa Keuangan OJK menyuarakan keyakinan kuatnya terhadap prospek cerah Indeks Harga Saham Gabungan IHSG di masa mendatang. Optimisme ini muncul seiring dengan tren penguatan pasar saham yang terlihat dalam beberapa waktu terakhir.

Related Post
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam sebuah konferensi pers usai Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan KSSK baru-baru ini, mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja berinteraksi dengan sekitar seratus investor kelas dunia. Pertemuan ini bertujuan untuk menyerap langsung masukan dan pandangan mereka mengenai lanskap pasar modal Indonesia.

Friderica menuturkan para investor asing tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai inisiatif reformasi yang telah digulirkan OJK. Namun, sorotan utama mereka tertuju pada konsistensi implementasi kebijakan. "Kami baru saja bertemu dengan 100 investor global di luar negeri dan kami mendengarkan masukan mereka. Mereka sangat menghargai inisiatif yang telah kami lakukan. Yang paling mereka tunggu adalah konsistensi, dan kami berkomitmen penuh untuk itu," tegas Friderica.
Menurut Friderica, penguatan IHSG dalam sebulan terakhir menjadi indikasi jelas adanya perbaikan fundamental. Selain itu, aktivitas mobilisasi modal di pasar modal Indonesia telah melampaui angka Rp113 triliun, sebuah capaian yang ia sebut sebagai kabar baik bagi industri keuangan.
Ia juga menyoroti banyaknya rencana penawaran umum perdana IPO yang masih dalam antrean. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia tetap kokoh dan terjaga.
Dari sisi basis investor, OJK mencatat pertumbuhan signifikan. Jika tahun lalu jumlah Single Investor Identification SID mencapai sekitar 20 juta, kini angkanya telah mendekati 30 juta SID. Peningkatan jumlah investor ini selaras dengan kenaikan Asset Under Management AUM di industri pasar modal. Kehadiran produk inovatif seperti ETF berbasis emas juga diprediksi akan semakin memacu minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal domestik.
Terkait agenda reformasi pasar modal yang telah dicanangkan sejak awal Januari, Friderica mengklaim sebagian besar telah terealisasi, meskipun beberapa masih dalam proses implementasi. Salah satu poin yang mendapat sambutan positif adalah penerapan kriteria baru dalam High Suspicious Criteria HSC dengan penambahan indikator rasio dampak harga. Kriteria ini dinilai efektif membendung praktik manipulasi perdagangan di pasar modal Indonesia.
Friderica juga menegaskan komitmen OJK dalam penegakan hukum terhadap berbagai kasus pelanggaran di pasar modal. Ia menyebut sejumlah sanksi telah dijatuhkan dan beberapa di antaranya telah diumumkan kepada publik. "Kami juga berkomitmen untuk melakukan tindakan tegas terhadap kasus-kasus yang terjadi, dan beberapa telah kami umumkan terkait penegakan hukum yang dilakukan OJK. Ini menunjukkan perbaikan dan reformasi integritas pasar modal Indonesia," pungkasnya.










Tinggalkan komentar