Haluannews Ekonomi – Jakarta – Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru, Friderica Widyasari Dewi, akhirnya angkat bicara mengenai gelombang pengunduran diri sejumlah pejabat OJK, khususnya yang terjadi pada Jumat, 30 Januari 2026. Friderica, yang akrab disapa Kiki, dengan tegas memastikan bahwa seluruh tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) lembaga pengawas sektor jasa keuangan ini tetap berjalan optimal, menepis kekhawatiran pasar.

Related Post
Kiki tidak menampik bahwa mundurnya tiga anggota Dewan Komisioner OJK secara serentak telah menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan pelaku pasar mengenai keberlangsungan dan stabilitas lembaga keuangan vital ini. Namun, ia memberikan jaminan kuat terkait respons cepat OJK dalam mengatasi situasi tersebut.

"Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi saya untuk menyampaikan bahwa, tidak sampai 24 jam, kami telah menunjuk pejabat sementara untuk posisi Ketua yang juga merangkap Wakil Ketua, serta Bapak Hasan Fauzi sebagai Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK," jelas Kiki dalam Agenda 8 Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Minggu (1/2/2026).
Penunjukan pejabat sementara ini, lanjut Kiki, dilakukan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 dan diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK). "Dengan demikian, tidak ada kekosongan kepemimpinan lebih dari 24 jam. Kami memastikan seluruh Tupoksi OJK berjalan baik, bahkan kami bekerja di hari Sabtu dan Minggu untuk melakukan hal-hal yang diperlukan guna meningkatkan kepercayaan pasar," tambahnya, menegaskan komitmen OJK dalam menjaga iklim investasi.
Friderica Widyasari Dewi bukanlah sosok asing di kancah lembaga keuangan Indonesia. Dengan rekam jejak yang panjang dan mumpuni, kehadirannya diharapkan mampu memberikan stabilitas dan kepercayaan. Sebelum menjabat posisi strategis ini, Friderica mengemban tugas sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen.
Wanita lulusan Doktor dari Universitas Gadjah Mada ini memiliki segudang pengalaman profesional. Kariernya dimulai sebagai Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2009 hingga 2015. Kemudian, ia melanjutkan kiprahnya sebagai Direktur Keuangan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada periode 2015-2016, sebelum akhirnya diangkat menjadi Direktur Utama KSEI dari tahun 2016 hingga 2019.
Perjalanan kariernya semakin cemerlang saat ia menjabat Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas pada kurun waktu 2020-2022. Sejak tahun 2023 hingga saat ini, Friderica juga aktif sebagai Anggota Komite Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) serta Koordinator Dewan Pembina Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (SATGAS PASTI) dan Indonesia Anti Scam Centre (IASC).
Selain dedikasinya di dunia profesional, Friderica juga dikenal sebagai penulis produktif. Ia telah merilis dua buku penting di bidang keuangan, yaitu "Cara Bijak Mengelola Portofolio Investasi" dan "Pengawasan Market Conduct: A Game Changer," yang semakin memperkuat kredibilitasnya sebagai pakar di sektor ini.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar