Haluannews Ekonomi – PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mengonfirmasi tengah dalam proses negosiasi pengambilalihan oleh PT Bisnis Bersama Berkah dan PT Triple Berkah Bersama. Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto, mengungkapkan bahwa saat ini kedua perusahaan tersebut sedang melakukan uji tuntas (due diligence).

Related Post
Proses negosiasi ini menjadi sorotan pelaku pasar, meskipun detail strategi bisnis dari calon investor belum diungkapkan. MEJA juga belum dapat memberikan gambaran mengenai nilai tambah yang akan diperoleh perusahaan dan pemegang saham setelah akuisisi.

Manajemen MEJA menegaskan bahwa tidak ada afiliasi antara PT Bisnis Bersama Berkah dan PT Triple Berkah Bersama dengan MEJA maupun pengendali perseroan saat ini. Jika akuisisi ini terealisasi, struktur kepemilikan saham akan berubah dengan PT Bisnis Bersama Berkah dan PT Triple Berkah Bersama memegang 45% saham, sementara publik memiliki 55%. Noprian Fadli dan Agustin Widyawati disebut sebagai calon pemilik manfaat akhir (Ultimate Benefit Owners) dari perseroan.
Mengenai kebijakan dividen setelah akuisisi, MEJA belum dapat memberikan perkiraan dampak perubahan pengendalian. Namun, perseroan berharap akuisisi ini akan berdampak positif pada kebijakan dividen di masa mendatang.
MEJA juga menyadari bahwa jika rencana pengambilalihan disetujui oleh pemegang saham mayoritas, PT Bisnis Bersama Berkah dan PT Triple Berkah Bersama akan melaksanakan Mandatory Tender Offer (MTO) sesuai dengan ketentuan POJK.
Saat ini, saham MEJA masih dalam status suspensi hingga proses akuisisi selesai. Investor menantikan perkembangan lebih lanjut dari aksi korporasi ini.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar