Haluannews Ekonomi – Menteri Investasi sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, mengumumkan rencana ambisius untuk mengubah sampah menjadi energi listrik (Waste to Energy/WTE). Program ini dijadwalkan meluncur pada awal November 2025, menandai langkah maju Indonesia dalam energi berkelanjutan.

Related Post
Rosan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan proyek ini. "Program waste to energy ini tidak bisa kami lakukan sendiri. Kami sangat terbuka untuk bekerja sama dengan pihak manapun, baik pihak lokal maupun asing," ujarnya saat Indonesia International Sustainibility Forum (ISF) di Jakarta Convention Center.

Inisiatif ini diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah di perkotaan, tetapi juga menghasilkan energi bersih dan menciptakan lapangan kerja baru. Dampak positif bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan juga menjadi prioritas utama.
Proyek ini akan menyasar 33 kota di seluruh Indonesia, dengan fokus awal pada 10 kota besar seperti Tangerang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, dan Makassar. Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) direncanakan memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.000 ton sampah per hari.
"Mayoritas sampah di kota-kota besar bisa diubah menjadi listrik, dan di saat bersamaan membuka lapangan kerja baru di Indonesia," pungkas Rosan, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung energi terbarukan dan pembangunan berkelanjutan. Proyek ini diharapkan menjadi solusi inovatif dalam mengatasi masalah sampah perkotaan sekaligus memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar