Ledakan Pensiunan 2045, Bisnis Kaya Raya Makin Menggila!

Ledakan Pensiunan 2045, Bisnis Kaya Raya Makin Menggila!

Haluannews Ekonomi – Indonesia bersiap menghadapi gelombang besar pensiunan pada tahun 2045, sebuah fenomena yang diprediksi akan memicu pertumbuhan pesat bisnis wealth management. Perusahaan yang fokus pada perencanaan keuangan dan pengelolaan portofolio investasi ini akan semakin dibutuhkan untuk membantu masyarakat mempersiapkan masa pensiun mereka.

COLLABMEDIANET

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun 2035, lebih dari 14% populasi Indonesia akan berusia di atas 60 tahun. Angka ini diperkirakan melonjak menjadi 20% atau sekitar 63 juta jiwa pada tahun 2045. Peningkatan signifikan jumlah lansia ini menandai berakhirnya era bonus demografi dan menekankan pentingnya sistem keuangan yang mendukung kehidupan yang sehat dan produktif di usia senja.

Ledakan Pensiunan 2045, Bisnis Kaya Raya Makin Menggila!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menanggapi tren ini, Head of Investment & Insurance Product Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Djoko Sulistyo, melihat peluang besar bagi bisnis wealth management. Menurutnya, kebutuhan akan perencanaan keuangan dan pensiun akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pensiunan.

"Pertumbuhan bisnis wealth management kami saat ini mencapai double digit. Kami menargetkan pertumbuhan double digit juga di tahun 2026," ungkap Djoko dalam acara Journalist Class di Jakarta, Senin (19/1/2026).

Target ambisius ini didukung oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah investor. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pasar modal juga menunjukkan tren peningkatan jumlah investor setiap tahunnya.

Djoko menambahkan bahwa pertumbuhan terjadi di berbagai jenis produk investasi, mulai dari reksa dana, saham, hingga produk berbasis aplikasi digital. Hal ini mengindikasikan potensi pertumbuhan jumlah investor di Indonesia masih sangat besar, terutama jika variasi produk keuangan terus diperluas.

Sebagai informasi, wealth management umumnya menargetkan nasabah dengan dana besar (dari kalangan affluent hingga high net worth) dan mencakup perencanaan investasi, keuangan, hingga warisan yang disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan finansial nasabah.

Instrumen yang ditawarkan dalam layanan wealth management perbankan sangat beragam, mulai dari deposito, obligasi, reksa dana, saham, hingga produk terstruktur dan asuransi. Bank juga dapat menyediakan akses ke investasi alternatif seperti dana kelolaan khusus atau produk berbasis pasar global, tergantung pada regulasi dan profil nasabah.

Bagi nasabah, manfaat utama wealth management adalah membantu mengoptimalkan imbal hasil investasi sekaligus mengelola risiko secara profesional. Melalui pendampingan dari relationship manager dan tim ahli, nasabah memperoleh rekomendasi yang lebih personal, efisien dari sisi pajak, serta selaras dengan rencana keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar