Terkuak! 3 Direktur SGRO Angkat Kaki Usai Dicaplok Raksasa Korea

Haluannews Ekonomi – Jakarta, Haluannews.id – PT Prime Agri Resources Tbk. (SGRO), emiten kelapa sawit yang baru-baru ini menjadi sorotan pasca-akuisisi oleh raksasa Korea Selatan, mengumumkan pengunduran diri tiga direktur utamanya. Kabar ini sontak memicu spekulasi di kalangan investor dan pengamat pasar mengenai dinamika internal perusahaan di bawah kepemilikan baru.

COLLABMEDIANET

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada 28 April 2026, manajemen SGRO mengonfirmasi bahwa ketiga petinggi perusahaan tersebut telah mengajukan surat pengunduran diri secara terpisah. Hero Djajakusumah menjadi yang pertama menyampaikan niatnya pada 24 April 2026, disusul oleh Budi Setiawan Halim dan Eris Ariaman pada 27 April 2026.

Terkuak! 3 Direktur SGRO Angkat Kaki Usai Dicaplok Raksasa Korea
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Permohonan pengunduran diri ketiganya akan menjadi agenda pembahasan dan pengambilan keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan. Sesuai regulasi yang berlaku dan Anggaran Dasar perusahaan, RUPS tersebut akan diselenggarakan dalam waktu dekat untuk mengesahkan perubahan di jajaran direksi.

Pengunduran diri massal ini tak lepas dari latar belakang perubahan kepemilikan signifikan di SGRO. Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai Sampoerna Agro ini resmi berganti nama setelah diakuisisi oleh AGPA Pte. Ltd., anak perusahaan dari konglomerat asal Korea Selatan, POSCO International Corporation. Akuisisi ini menandai berakhirnya era kepemilikan keluarga Sampoerna di emiten sawit tersebut.

AGPA Pte. Ltd. diketahui telah mengakuisisi 1,2 miliar saham atau setara 62,7% kepemilikan SGRO dari Twinwood Family Holdings Limited. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 21 November 2025, harga transaksi disepakati pada level Rp 7.903 per saham, sehingga total nilai akuisisi mencapai angka fantastis Rp 9,4 triliun. Transaksi raksasa ini rampung pada 19 November 2025.

Tak berhenti di situ, pasca-akuisisi, SGRO melalui anak usahanya, PT Sungai Menang, juga melakukan divestasi. Sebanyak 80% saham PT Hutan Ketapang Industri dijual senilai Rp 990 miliar kepada Sampoerna Agri Resources Pte. Ltd., entitas yang terafiliasi dengan pengendali baru SGRO. Langkah ini mengindikasikan adanya restrukturisasi aset strategis di bawah kepemimpinan baru.

Perubahan kepemimpinan di jajaran direksi ini, menyusul serangkaian transaksi besar, tentu akan menjadi perhatian utama bagi para pemegang saham dan pelaku pasar yang memantau arah strategis SGRO di masa mendatang.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar