Laba Elnusa Meroket 29 Persen Ini Rahasianya

Laba Elnusa Meroket 29 Persen Ini Rahasianya

haluannews.id – PT Elnusa Tbk ELSA subholding upstream Pertamina berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang luar biasa pada paruh pertama tahun 2026. Perusahaan ini sukses membukukan laba bersih sebesar Rp435 miliar sebuah pencapaian yang melonjak 292 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan profitabilitas yang signifikan ini tidak lepas dari pertumbuhan pendapatan usaha yang mencapai 89 persen menjadi Rp758 triliun sekaligus mendongkrak margin laba bersih hingga 573 persen.

COLLABMEDIANET

Tak hanya itu EBITDA Elnusa pada semester I 2026 juga menunjukkan peningkatan solid sebesar 162 persen mencapai Rp862 miliar. Kualitas kinerja yang impresif ini semakin ditopang oleh arus kas dari aktivitas operasi yang menguat 16 persen menjadi Rp761 miliar serta posisi kas yang kokoh di angka Rp288 triliun.

Laba Elnusa Meroket 29 Persen Ini Rahasianya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Keuangan Elnusa Nelwin Aldriansyah menegaskan bahwa performa ini merefleksikan fokus perseroan untuk tidak sekadar mengejar pertumbuhan pendapatan namun juga meningkatkan kualitas pertumbuhan dan profitabilitas secara menyeluruh. "Elnusa terus mengukuhkan posisinya sebagai enabler strategis dan mitra efisiensi melalui kapabilitas terintegrasi dari hulu hingga distribusi dan logistik energi beserta ekosistem pendukungnya" ungkap Nelwin dalam keterbukaan informasi BEI Selasa 8 September 2026.

Nelwin menjelaskan bisnis Elnusa ditopang oleh portofolio kontrak yang sangat kuat. Hingga akhir semester I 2026 perseroan membukukan carry forward contracts senilai Rp188 triliun. Angka ini terdiri dari Rp95 triliun pada jasa hulu migas terintegrasi Rp23 triliun pada jasa penunjang migas serta Rp7 triliun pada penjualan barang dan jasa distribusi serta logistik energi. "Portofolio ini memberikan visibilitas aktivitas bisnis ke depan dengan realisasi pendapatan yang tetap mengikuti jadwal ruang lingkup dan eksekusi masing-masing kontrak" tambahnya.

Selain memperkuat bisnis inti Elnusa juga aktif memperluas peluang pertumbuhan melalui inovasi teknologi dan pengembangan pasar. Tercatat 22 persen pendapatan semester I 2026 telah berasal dari pelanggan pihak ketiga melengkapi basis bisnis dalam ekosistem Pertamina Group. Pengembangan kapabilitas seperti teknologi akuisisi seismik Stryde Chemical Enhanced Oil Recovery CEOR layanan geospasial Pertapixel hingga Road Traffic Control RTC diarahkan untuk meningkatkan efisiensi produktivitas dan memberikan solusi terbaik bagi kebutuhan pelanggan.

"Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi Elnusa untuk mengubah kapabilitas teknologi dan operational know-how menjadi peluang bisnis serta sumber pertumbuhan baru" imbuh Nelwin.

Keunggulan lain Elnusa terletak pada kemampuan mengintegrasikan layanan di sepanjang rantai nilai energi. Portofolio perseroan mencakup geoscience dan reservoir services drilling dan workover well intervention EPC dan operation maintenance distribusi dan logistik energi chemical services marine support fabrikasi hingga data management dan ICT. "Cakupan ini memberikan ruang bagi Elnusa untuk melakukan cross-bundling dan menghadirkan solusi yang lebih komprehensif dan efisien bagi pelanggan" jelasnya.

Pengembangan infrastruktur juga menjadi bagian integral dari implementasi kapabilitas terintegrasi ini melalui proyek Fuel Terminal Palaran berkapasitas 37500 kiloliter dan Terminal LPG Kolaka berkapasitas 2 x 1500 MT.

Pertumbuhan ini dijalankan dengan disiplin investasi. Investasi difokuskan pada peningkatan kapabilitas upstream Coiled Tubing Unit Cementing Unit armada distribusi infrastruktur TLPG Kolaka serta investasi untuk menjaga kapasitas dan produktivitas aset. "Pendekatan ini menegaskan prinsip perseroan bahwa ekspansi dan investasi diarahkan secara selektif pada kapabilitas yang memperkuat daya saing dan mendukung pertumbuhan jangka panjang" ungkap Nelwin.

Di tengah transformasi industri energi Elnusa tetap menempatkan HSSE dan tata kelola sebagai fondasi pertumbuhan. Perseroan mencatat Total Recordable Incident Rate TRIR sebesar 009 angka ini masih berada di bawah TRIR IOGP Contractors dengan rata-rata 080 serta skor ASEAN Corporate Governance Scorecard ACGS sebesar 9666 dengan predikat "Very Good".

Sebagai perusahaan terbuka dengan kepemilikan publik sebesar 489 persen Elnusa berkomitmen menjalankan setiap langkah pengembangan bisnis secara prudent transparan serta berorientasi pada keberlanjutan perseroan dan kepentingan seluruh pemegang saham.

"Ke depan Elnusa akan terus memperkuat operational excellence dan cost leadership mengoptimalkan sinergi Elnusa Group serta mengembangkan teknologi dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri. Dengan fundamental yang solid portofolio kontrak yang kuat dan kapabilitas terintegrasi kami melihat ruang untuk terus tumbuh secara sehat dan kompetitif sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas industri serta ketahanan energi nasional" tutup Nelwin.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar