haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG menunjukkan performa gemilang pada perdagangan sesi pertama Selasa 8 September 2026. Setelah sempat tertekan pada penutupan sebelumnya indeks acuan pasar modal Indonesia ini berhasil bangkit dan ditutup sementara di level 667495. Kenaikan signifikan sebesar 5528 poin atau 084 persen ini menjadi sinyal positif bagi para investor.

Related Post
Pergerakan IHSG pada sesi pagi ini cukup dinamis. Indeks sempat menyentuh puncak di 667912 dan titik terendah di 663694 setelah dibuka pada 663951. Aktivitas perdagangan terpantau sangat bergairah dengan total volume transaksi mencapai 2103 miliar saham. Nilai transaksi pun fantastis menyentuh angka sekitar Rp813 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 1318 juta kali.

Dominasi sentimen positif terlihat jelas dari komposisi saham. Sebanyak 412 saham berhasil menguat sementara 222 saham melemah dan 329 saham lainnya stagnan. Dengan capaian ini IHSG kembali mendekati area psikologis 6700 setelah sempat tertekan hingga 661967 pada perdagangan sebelumnya.
Penguatan IHSG juga didukung oleh kinerja impresif dari mayoritas sektor saham. Seluruh sektor terpantau berada di zona hijau sepanjang sesi pertama. Sektor bahan baku menjadi primadona dengan lonjakan terbesar mencapai 156 persen disusul sektor energi yang menguat 081 persen. Sektor industri juga tak kalah cemerlang dengan kenaikan 077 persen diikuti finansial 076 persen konsumer primer 073 persen kesehatan 066 persen dan properti 053 persen.
Beberapa saham berkapitalisasi besar menjadi motor penggerak utama penguatan indeks. Amman Mineral Internasional AMMN memberikan kontribusi paling signifikan dengan tambahan 851 poin indeks. Diikuti oleh Sinar Mas Multiartha SMMA yang menyumbang 745 poin dan Bank Central Asia BBCA dengan 704 poin. Saham lain seperti Impack Pratama Industri IMPC turut berkontribusi 256 poin Bumi Resources BUMI 234 poin serta Dian Swastatika Sentosa DSSA 182 poin.
Namun di tengah euforia penguatan ada beberapa saham yang menjadi pemberat laju IHSG. Global Digital Niaga BELI tercatat mengurangi 176 poin indeks. Disusul Bank Negara Indonesia BBNI dengan pengurangan 105 poin dan Bumi Resources Minerals BRMS sebesar 079 poin.
Sentimen pasar hari ini diperkirakan bergerak bervariasi. Pelaku pasar mencermati data ekonomi terbaru yang menunjukkan ketahanan eksternal Indonesia semakin kokoh. Cadangan devisa nasional kembali menanjak memberikan dukungan kuat terhadap stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak pasar global.
Fokus investor hari ini juga tertuju pada rilis data pertumbuhan ekonomi Jepang kinerja perdagangan China serta perkembangan pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Rangkaian data makroekonomi ini berpotensi besar memengaruhi pergerakan mata uang seperti yen yuan dan dolar AS harga komoditas serta arah rupiah dan pasar saham Indonesia sepanjang perdagangan. Dari dalam negeri kabar baik datang dari kembali beroperasinya Bandara Soekarno Hatta dan menurunnya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Secara lebih rinci Bank Indonesia BI melaporkan cadangan devisa Indonesia pada Agustus meningkat menjadi US$1465 miliar dari US$1453 miliar pada Juli. Kenaikan sebesar US$12 miliar ini membawa cadangan devisa ke posisi tertinggi sejak Maret. Peningkatan tersebut utamanya ditopang oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.
Tambahan cadangan devisa ini krusial untuk mengimbangi kebutuhan pembayaran utang luar negeri dan upaya stabilisasi rupiah yang gencar dilakukan Bank Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan sekitar 54 bulan impor atau 53 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah menunjukkan fundamental ekonomi yang solid.










Tinggalkan komentar