haluannews.id – Dunia kehilangan salah satu arsitek ekonomi paling berpengaruh abad ini. Alan Greenspan, mantan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve, dikabarkan telah berpulang pada usia 100 tahun. Berita duka ini dikonfirmasi oleh istrinya, Andrea Mitchell, yang juga dikenal sebagai kepala koresponden luar negeri NBC News. Menurut Mitchell, Greenspan meninggal dunia akibat komplikasi serius dari penyakit Parkinson yang dideritanya pada Senin 22 Juni 2026 malam.

Related Post
Greenspan memulai kiprahnya sebagai pucuk pimpinan The Fed pada tahun 1987, setelah ditunjuk langsung oleh Presiden Ronald Reagan. Selama hampir dua dekade, ia menakhodai bank sentral AS melewati berbagai gejolak dan puncak kejayaan ekonomi, sebelum akhirnya pensiun pada tahun 2006. Masa kepemimpinannya tercatat sebagai yang terpanjang kedua dalam sejarah The Fed, hanya terpaut empat bulan dari rekor William McChesney Martin yang menjabat dari 1951 hingga 1970.

Salah satu momen paling ikonik dalam karier Greenspan adalah peringatannya tentang "euforia irasional" (irrational exuberance). Dalam pidato yang disiarkan televisi pada 5 Desember 1996, pernyataannya sontak mengguncang pasar global. Kala itu, ia mempertanyakan, "Bagaimana kita bisa memastikan kapan ‘euforia irasional’ telah mendorong nilai aset melampaui batas wajar, yang pada akhirnya menjadi sasaran kontraksi tak terduga dan berkepanjangan seperti yang dialami Jepang dalam satu dekade terakhir? … Kita tidak boleh meremehkan atau berpuas diri menghadapi kompleksitas interaksi antara pasar aset dan ekonomi."
Pernyataan tentang "euforia irasional" tersebut segera ditafsirkan sebagai isyarat bahwa Greenspan melihat valuasi pasar telah melambung terlalu tinggi. Dampaknya terasa instan: pasar saham Tokyo, yang saat itu masih beroperasi, langsung anjlok 3%. Efek domino pun terjadi, menyeret pasar-pasar lain ikut terpuruk. Kendati demikian, pasar kemudian menunjukkan pemulihan cepat dan terus melaju hingga akhirnya dihantam krisis dot-com pada tahun 2001.
Lahir dari keluarga Yahudi di New York, Amerika Serikat, pada 6 Maret 1926, Greenspan mewarisi bakat finansial dari ayahnya yang berprofesi sebagai pialang saham dan analis keuangan. Ia menuntaskan pendidikan sarjana dan magister di bidang ekonomi pada tahun 1950, dan kemudian meraih gelar doktor (Ph.D) pada usia 51 tahun, tepatnya di tahun 1977.










Tinggalkan komentar