Jurus Habibie! Rupiah Perkasa, Dolar Tumbang di Era Krisis?

Jurus Habibie! Rupiah Perkasa, Dolar Tumbang di Era Krisis?

Haluannews Ekonomi – Di tengah gejolak ekonomi global dan nilai tukar Rupiah yang fluktuatif, banyak pihak menoleh ke belakang, mempelajari strategi yang pernah diterapkan Presiden B.J. Habibie saat berhasil meredam krisis moneter 1998. Kala itu, Rupiah yang sempat terpuruk hingga Rp 16.800 per Dolar AS, berhasil dikendalikan hingga menyentuh level Rp 6.550. Bagaimana Habibie melakukannya?

COLLABMEDIANET

Saat itu, kondisi ekonomi dan politik Indonesia sangat genting. Krisis finansial Asia menghantam, ditambah transisi kekuasaan yang mendadak pasca tumbangnya rezim Orde Baru. Banyak pihak meragukan kemampuan Habibie, seorang teknokrat yang bukan berlatar belakang ekonomi, untuk mengatasi badai krisis. Bahkan, tokoh sekaliber Lee Kuan Yew pesimis Rupiah akan membaik di bawah kepemimpinan Habibie.

 Jurus Habibie! Rupiah Perkasa, Dolar Tumbang di Era Krisis?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, Habibie membuktikan sebaliknya. Ia menerapkan serangkaian kebijakan strategis yang berfokus pada tiga pilar utama:

1. Restrukturisasi Perbankan: Habibie melihat sektor perbankan sebagai kunci pemulihan ekonomi. Kebijakan Paket Oktober 1988 yang memudahkan pendirian bank tanpa pengawasan yang ketat, dianggap sebagai penyebab rapuhnya sektor ini. Habibie kemudian melakukan restrukturisasi besar-besaran, termasuk menggabungkan empat bank pemerintah menjadi Bank Mandiri. Selain itu, Habibie memisahkan Bank Indonesia (BI) dari pemerintah melalui UU No. 23 tahun 1999. Langkah ini bertujuan memberikan independensi kepada BI agar dapat mengambil kebijakan moneter yang objektif dan bebas dari intervensi politik.

2. Kebijakan Moneter Ketat: Untuk menarik kembali kepercayaan masyarakat terhadap perbankan, Habibie menerbitkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan bunga tinggi. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk kembali menabung, sehingga mengurangi jumlah uang yang beredar dan menstabilkan nilai tukar Rupiah. Habibie mengklaim kebijakan ini berhasil menurunkan suku bunga dari 60% menjadi belasan persen.

3. Pengendalian Harga Bahan Pokok: Habibie menyadari bahwa stabilitas harga bahan pokok sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah krisis. Ia mempertahankan subsidi listrik dan BBM agar harga bahan pokok tetap terjangkau. Meskipun kebijakan ini menuai kontroversi, Habibie juga mengajak masyarakat untuk berpuasa sebagai bentuk penghematan.

Kombinasi dari ketiga kebijakan ini berhasil memulihkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. Aliran dana investor asing kembali masuk, dan nilai tukar Rupiah berhasil dikendalikan hingga mencapai level Rp 6.550 per Dolar AS. Kisah sukses Habibie ini menjadi pelajaran berharga bagi para pembuat kebijakan ekonomi di masa kini.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar