IPO 2026: Awal Lesu Tak Goyahkan BEI, Ini Kunci Capai Target!

IPO 2026: Awal Lesu Tak Goyahkan BEI, Ini Kunci Capai Target!

Haluannews Ekonomi – Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap memancarkan optimisme tinggi terkait target ambisius pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di tahun 2026, meskipun paruh pertama tahun ini menunjukkan aktivitas yang relatif sepi. Pasar modal Indonesia menargetkan 50 emiten baru akan melantai tahun ini, sebuah lonjakan signifikan hampir dua kali lipat dari realisasi tahun sebelumnya yang hanya mencapai 26 emiten.

COLLABMEDIANET

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa target tersebut masih dalam jalur yang diharapkan. "Sampai saat ini, kami masih sesuai dengan target. Jika ada perubahan, tentu akan kami sampaikan," ujar Jeffrey saat ditemui di gedung BEI Jakarta pada Senin (18/5/2026), seperti dilansir Haluannews.id.

IPO 2026: Awal Lesu Tak Goyahkan BEI, Ini Kunci Capai Target!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Jeffrey menjelaskan, keputusan untuk melantai di bursa merupakan langkah strategis fundamental bagi setiap perusahaan. Berbagai faktor menjadi pertimbangan utama, termasuk dinamika kondisi pasar yang berlaku. "Dalam kondisi pasar seperti saat ini, tentu ada pertimbangan-pertimbangan tambahan. Apakah perusahaan bisa mendapatkan harga penawaran yang optimal, atau apakah IPO-nya dapat terserap dengan baik oleh pasar. Itu semua menjadi kalkulasi penting bagi calon perusahaan tercatat dan penjamin emisi mereka," paparnya lebih lanjut.

Meski demikian, Jeffrey mengindikasikan bahwa proses perencanaan calon emiten masih terus berjalan sesuai jadwal. Ia berharap akan ada gelombang IPO baru yang akan meramaikan lantai bursa. "Mudah-mudahan akan ada IPO-IPO baru," tambahnya dengan nada positif.

BEI, kata Jeffrey, secara konsisten mengedepankan kualitas di atas kuantitas dalam setiap proses IPO. Prinsip ini dipegang teguh untuk menjaga keberlanjutan dan integritas pasar modal Indonesia. "Kita sudah sama-sama sepakat bahwa kita akan mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Saya kira kesepakatan itu masih berlaku dan masih sama seperti itu," tegasnya.

Sebagai informasi, hingga 30 April 2026, baru satu perusahaan yang berhasil mencatatkan sahamnya di BEI, dengan dana yang dihimpun sebesar Rp 0,30 triliun. Namun, optimisme BEI didukung oleh fakta bahwa saat ini terdapat 15 perusahaan yang masih dalam antrean (pipeline) pencatatan saham, menandakan potensi lonjakan aktivitas di semester berikutnya.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar