Haluannews Ekonomi – Pasar saham Indonesia kembali diwarnai tekanan jual yang masif dari investor asing pada perdagangan Senin (18/5/2026). Aksi divestasi ini secara signifikan menghantam kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang sempat ambruk lebih dari 4% sebelum ditutup dengan koreksi tajam.

Related Post
Data transaksi yang dihimpun Haluannews.id menunjukkan bahwa investor global mencatatkan nilai beli sebesar Rp 8,54 triliun. Namun, angka penjualan jauh melampaui dengan total Rp 9 triliun, menghasilkan aksi jual bersih (net foreign sell) yang mencapai Rp 464 miliar. Fenomena ini mengindikasikan sentimen negatif yang kuat dari investor luar negeri terhadap prospek pasar domestik pada hari tersebut, memicu kekhawatiran akan keberlanjutan aliran modal.

Beberapa saham unggulan menjadi sasaran utama aksi jual asing. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memimpin daftar dengan net sell mencapai Rp 315 miliar, menunjukkan tekanan signifikan pada sektor komoditas. Tak hanya itu, saham-saham dari grup konglomerat Prajogo Pangestu juga tak luput dari tekanan. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatat net sell asing sebesar Rp 152,5 miliar, sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengalami divestasi senilai Rp 149,1 miliar. Pelepasan saham-saham berkapitalisasi besar ini turut memperparah tekanan pada IHSG dan menjadi indikator kehati-hatian investor terhadap valuasi.
Di tengah derasnya arus keluar modal asing, beberapa saham perbankan berkapitalisasi besar justru menunjukkan daya tarik tersendiri. Investor asing terpantau masih mengakumulasi saham-saham blue chip di sektor finansial, yang seringkali dianggap sebagai aset defensif. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi primadona dengan net buy mencapai Rp 107,1 miliar. Disusul oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan Rp 84,9 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang membukukan net buy Rp 62,3 miliar. Aksi beli selektif ini menjadi penopang bagi stabilitas pasar di tengah gejolak, menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental sektor perbankan.
Pada penutupan perdagangan, IHSG harus rela terkoreksi 1,85% atau setara dengan penurunan 124,08 poin, mengakhiri hari di level 6.599,24. Volatilitas pasar sangat terasa sepanjang hari. Indeks sempat membuka perdagangan dengan pelemahan lebih dari 2% dan bahkan terperosok lebih dari 4% pada sesi pertama, mencapai titik terendah 6.398,79 sebelum sedikit membaik. Rentang pergerakan IHSG hari ini berada di antara 6.398,79 hingga 6.631,28.
Secara keseluruhan, tercatat 647 saham mengalami penurunan, 183 saham stagnan, dan hanya 129 saham yang berhasil menguat, mencerminkan dominasi sentimen negatif. Total nilai transaksi harian mencapai Rp 20,47 triliun, melibatkan 29,72 miliar saham yang diperdagangkan dalam 2,54 juta kali transaksi. Imbas dari koreksi ini, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menyusut menjadi Rp 11.539 triliun, menandai hari yang berat bagi pasar modal domestik.
Editor: Rohman









Tinggalkan komentar