haluannews.id – Nama Michael Burry kembali menggema di pasar keuangan global. Investor legendaris yang kisah suksesnya diabadikan dalam buku dan film "The Big Short" ini diketahui sedang melancarkan strategi berani, bertaruh melawan beberapa saham paling bersinar di bursa. Target terbarunya meliputi raksasa otomotif listrik Tesla, produsen alat berat Caterpillar, perusahaan semikonduktor Applied Materials, hingga sejumlah dana indeks (ETF) yang berfokus pada sektor chip.

Related Post
Aksi Burry ini bukan tanpa alasan. Ini merupakan kelanjutan dari keyakinannya selama berbulan-bulan bahwa gelembung optimisme seputar kecerdasan buatan (AI) akan segera pecah. Prediksi ini muncul di tengah dinamika krusial di ranah AI, termasuk laporan intervensi pemerintah AS terhadap model AI Anthropic karena isu keamanan nasional, serta tren penurunan biaya AI yang mendorong raksasa teknologi seperti Microsoft menawarkan layanan lebih terjangkau.

Pemicu kekhawatiran terbaru Burry, seperti dilansir The Wall Street Journal, adalah rencana ambisius Samsung dan SK Hynix. Dua konglomerat teknologi Korea Selatan itu berencana mengucurkan investasi fantastis lebih dari US$500 miliar untuk membangun pusat manufaktur chip. Ironisnya, sehari setelah pengumuman tersebut, saham-saham semikonduktor justru melonjak, memimpin penguatan indeks Nasdaq. Namun, bagi Burry, lonjakan ini adalah sinyal bahaya. "Penyebab utama reli hari ini adalah pengeluaran besar yang diumumkan dari Korea. Yah, saya melihat itu sebagai awal dari akhir," tulisnya di akun Substack miliknya.
Burry memang telah lama dikenal sebagai suara sumbang di tengah paduan suara optimisme saham AI. Ia berulang kali memperingatkan bahwa investor terlalu terburu-buru menaikkan valuasi perusahaan-perusahaan AI, mengabaikan potensi risiko yang mengintai.
Salah satu langkah konkretnya adalah membeli opsi put pada ETF semikonduktor SOXX, yang mencakup saham-saham seperti Micron Technology dan Advanced Micro Devices (AMD). Taruhan ini akan membuahkan hasil jika ETF tersebut anjlok sekitar sepertiga dari puncaknya pada Maret mendatang. "Indeks SOXX sendiri merupakan bentuk valuasi berlebihan murni dalam sebuah indeks, bentuk yang jarang terlihat dan tidak pernah mudah dikenali," tegas Burry, menyoroti betapa ekstremnya harga saham-saham di dalamnya.
Tak hanya sektor chip, Burry juga menargetkan Caterpillar dengan posisi jual. Meskipun ia tidak merinci alasannya, alat berat raksasa ini banyak digunakan untuk membangun infrastruktur vital AI, seperti pusat data dan fasilitas manufaktur semikonduktor, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari ekosistem yang ia prediksi akan melambat.
Produsen mobil listrik besutan Elon Musk, Tesla, juga tak luput dari bidikan Burry. Ia kembali bertaruh melawan Tesla, bahkan menetapkan target harga US$416,22. Ini bukan kali pertama Burry mengambil posisi short terhadap perusahaan inovatif tersebut.
Selain itu, Burry juga memperbesar posisi jual pendeknya terhadap Nvidia, yang telah ia bangun sejak beberapa bulan lalu. Sebelumnya, pada November, ia telah menyatakan keyakinannya bahwa saham Nvidia dan Palantir akan anjlok tajam hingga 2027, meski dengan alasan berbeda. Nvidia, menurutnya, terlalu bergantung pada skema pembiayaan yang menopang pelanggan besarnya, berpotensi memicu keruntuhan serupa gelembung dot-com. Sementara Palantir dinilai terlalu bergantung pada kontrak pemerintah dan berisiko tergeser oleh kompetitor.
Pandangan Burry saat itu sempat menuai badai kritik. Nvidia membantah keras tudingan masalah skema pendanaan, bahkan CEO Palantir Alex Karp terang-terangan menyebut Burry "gila" dalam sebuah wawancara. Namun, hingga kini, ramalan Burry belum sepenuhnya terbukti. Saham Nvidia masih bertahan, hanya sekitar 5% di bawah level saat ia pertama kali mengumumkan posisi short. Sebaliknya, saham Palantir justru telah terkoreksi sekitar 40%, menunjukkan sebagian prediksinya mulai termanifestasi.
Baik Burry maupun perusahaan-perusahaan yang menjadi target posisi jualnya belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait strategi terbarunya ini.








Tinggalkan komentar