Haluannews Ekonomi – PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) siap memanjakan para pemegang sahamnya dengan pembagian dividen tunai final yang sangat menarik dari laba bersih tahun buku 2025. Emiten ritel terkemuka ini akan mengalokasikan dividen sebesar Rp 250 per saham, sebuah angka yang berpotensi memberikan imbal hasil signifikan bagi investor.

Related Post
Keputusan strategis ini telah mendapatkan restu dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 15 April 2026. Informasi ini terungkap dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dikonfirmasi oleh pernyataan manajemen LPPF yang diterima Haluannews.id pada Jumat (17/4/2026).

Dengan harga penutupan saham LPPF pada perdagangan sebelumnya di level Rp 1.925, setelah terkoreksi 0,77%, rasio dividen (dividend yield) yang ditawarkan mencapai 12,9%. Angka ini menempatkan LPPF sebagai salah satu emiten dengan daya tarik dividen yang sangat kompetitif di pasar modal, menjanjikan potensi keuntungan yang substansial bagi para pemegang saham.
Manajemen LPPF juga telah merilis jadwal lengkap terkait pembagian dividen final untuk tahun buku 2025. Periode cum dividen di pasar reguler dan negosiasi akan jatuh pada 23 April 2026, diikuti oleh ex dividen pada 24 April 2026. Sementara itu, untuk pasar tunai, cum dividen ditetapkan pada 27 April 2026 dan ex dividen pada 28 April 2026. Batas akhir pencatatan dalam Daftar Pemegang Saham (Recording Date) yang berhak atas dividen adalah 27 April 2026, dengan pembayaran dividen final dijadwalkan pada 04 Mei 2026.
Analisis kinerja keuangan menunjukkan bahwa LPPF mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 5,78 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini mengalami penurunan 9,6% dibandingkan perolehan Rp 6,39 triliun pada tahun 2024. Sejalan dengan itu, laba bersih perseroan juga terkoreksi 12,4% secara year-on-year (yoy), menjadi Rp 725,4 miliar dari Rp 827,7 miliar di periode sebelumnya. Meskipun demikian, komitmen LPPF untuk mengembalikan nilai kepada pemegang saham tetap kuat, tercermin dari besarnya alokasi dividen ini yang diharapkan dapat menjaga kepercayaan investor di tengah dinamika pasar.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar