IHSG Merah Darah Pasar Saham Geger Ada Apa

IHSG Merah Darah Pasar Saham Geger Ada Apa

haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG meluncur bebas pada perdagangan Senin 8 Juni 2026 pagi. Dalam hitungan menit bursa saham domestik langsung terjun ke level 534895 atau anjlok 439 persen setara dengan 24582 poin. Tekanan jual tak terbendung menyelimuti pasar modal Indonesia membuat mayoritas saham berguguran.

COLLABMEDIANET

Data perdagangan mencatat 606 saham melemah drastis hanya 57 saham yang mampu menguat sementara 296 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi telah menembus angka Rp285 triliun dengan volume perdagangan mencapai 377 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 279 ribu kali. Penurunan tajam lebih dari 4 persen dalam waktu singkat ini mengindikasikan kepanikan luar biasa yang mendominasi sentimen investor pagi ini.

IHSG Merah Darah Pasar Saham Geger Ada Apa
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Koreksi mendalam IHSG tak lepas dari berbagai dinamika kompleks yang membayangi pasar keuangan Indonesia mulai dari ketegangan geopolitik global hingga sorotan terhadap ketahanan fiskal dalam negeri.

Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran dilaporkan melancarkan serangan rudal ke Israel pada Minggu 7 Juni 2026. Ini merupakan insiden pertama sejak gencatan senjata antara Teheran dan Washington berlaku April lalu. Ketua Parlemen Iran Mohammed Baqer Ghalibaf menuding blokade laut AS serta serangan Israel di Lebanon sebagai pelanggaran kesepakatan. Menurutnya pangkalan AS dan aset Israel di kawasan kini menjadi target yang sah.

Presiden AS Donald Trump yang telah menerima laporan serangan tersebut menyatakan aksi Iran tidak akan membantu proses negosiasi. Trump juga disebut akan menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mencegah balasan serangan dari Israel. Korps Garda Revolusi Iran IRGC menegaskan gencatan senjata hanya berlaku jika konflik dihentikan di seluruh front termasuk Lebanon dan memperingatkan respons yang lebih luas jika serangan kembali terjadi. Ketegangan ini jelas mengancam upaya perdamaian yang masih rapuh di kawasan tersebut.

Dari dalam negeri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers APBN KiTA Jumat 5 Juni 2026 memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN hingga akhir Mei 2026. Di tengah ketidakpastian global dan gejolak geopolitik Menkeu menegaskan fondasi ekonomi Indonesia tetap solid dengan realisasi APBN yang menunjukkan tren positif.

Posisi defisit APBN saat ini masih sangat terjaga terukur dan sesuai desain APBN 2026. Pembiayaan anggaran dikelola secara prudent efisien dan fleksibel mengikuti dinamika pasar keuangan. Namun defisit APBN tercatat meningkat tipis mencapai Rp1804 triliun atau 070 persen dari PDB lebih tinggi sedikit dibandingkan Rp1644 triliun atau 064 persen dari PDB pada akhir April 2026. Defisit fiskal ini menjadi sorotan tajam bagi investor terutama di tengah gejolak perang yang berpotensi meningkatkan harga energi dan biaya-biaya lainnya.

Sementara itu indeks dolar AS kembali terbang ke level 100069 atau tertinggi sejak akhir Maret 2026. Penguatan indeks dolar ini menandai perburuan investor terhadap aset safe haven dolar AS yang bisa memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang seperti Indonesia. Akibatnya rupiah pun makin terancam. Dalam sepekan terakhir rupiah ambruk hingga menyentuh level Rp18000 per dolar AS dan pada perdagangan hari ini nilainya bahkan sudah menyentuh angka Rp18100 per dolar AS. Kombinasi faktor global dan domestik ini menciptakan badai sempurna yang menekan IHSG dan pasar keuangan Indonesia secara keseluruhan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar