haluannews.id – Awal pekan ini menjadi mimpi buruk bagi mata uang Garuda. Nilai tukar rupiah kembali terpuruk, menembus batas psikologis baru di level Rp18.100 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin 8 Juni 2026. Tekanan hebat ini sontak memicu kekhawatiran di pasar keuangan.

Related Post
Berdasarkan pantauan data Refinitiv, depresiasi tajam ini terlihat hanya beberapa menit setelah pasar dibuka. Tepatnya pukul 09.07 WIB, rupiah sudah anjlok ke posisi Rp18.100 per dolar AS, mencatat pelemahan sekitar 0,50%. Angka ini sekaligus menandai rekor terendah sepanjang sejarah bagi mata uang kebanggaan Indonesia tersebut.

Situasi ini cukup mengejutkan mengingat pada penutupan perdagangan Jumat 5 Juni 2026 lalu, rupiah sempat menunjukkan sedikit perlawanan dengan menguat tipis 0,06% dan ditutup di Rp18.010 per dolar AS. Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang utama dunia, pagi ini justru terpantau melemah tipis 0,07% ke 99,998 pada pukul 09.00 WIB. Namun, pelemahan DXY ini tidak cukup untuk menahan laju kejatuhan rupiah, mengingat DXY sebelumnya telah melonjak tajam 0,66% di akhir pekan lalu, bahkan sempat kembali menembus level 100.










Tinggalkan komentar