IHSG Tertekan di Tengah Gejolak Global

IHSG Tertekan di Tengah Gejolak Global

haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pada Selasa (13/10/2026) dengan catatan merah tipis. Setelah sempat mengalami fluktuasi yang cukup tajam sepanjang hari, indeks akhirnya terkoreksi sebesar 10,17 poin atau turun 0,17 persen ke level 5.925,98.

COLLABMEDIANET

Perjalanan IHSG pada hari ini tergolong cukup dramatis. Sejak bel pembukaan berbunyi, indeks sudah menunjukkan tren negatif dengan dibuka di level 5.914,98. Tekanan jual yang masif sempat membawa indeks terjun bebas hingga menyentuh titik terendah harian di level 5.828,68 pada sesi pagi. Namun, pasar menunjukkan daya lenting yang cukup baik. Alih-alih terus merosot, IHSG justru perlahan bangkit dan mulai memangkas kerugiannya seiring berjalannya waktu.

IHSG Tertekan di Tengah Gejolak Global
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menjelang penutupan, indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di angka 5.930,08. Meskipun sempat bergerak menyamping atau sideways di rentang 5.880 hingga 5.920 pada sesi siang, momentum penguatan kembali muncul di penghujung sesi sore, sehingga indeks mampu menutup perdagangan tidak jauh dari level tertingginya.

Secara statistik, pelemahan ini dipicu oleh 308 saham yang mengalami penurunan harga, sementara 351 saham lainnya berhasil menguat, dan 304 saham lainnya bergerak stagnan. Dari sisi likuiditas, aktivitas perdagangan hari ini cukup bergairah dengan total volume transaksi mencapai 319,63 juta lot dan nilai transaksi menyentuh angka Rp8,89 triliun.

Sektor teknologi menjadi salah satu kontributor utama yang membebani indeks dengan penurunan sebesar 1,3 persen, disusul oleh sektor keuangan yang melemah 0,2 persen. Beberapa saham "raksasa" yang turut menarik IHSG ke zona merah antara lain PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), dan PT Astra International Tbk. (ASII). Di sisi lain, penguatan indeks dibantu oleh pergerakan saham seperti PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN).

Kondisi pasar domestik saat ini memang tengah dibayangi oleh ketidakpastian geopolitik global yang sangat tinggi. Eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya serangan rudal dan drone kelompok Houthi terhadap Arab Saudi, telah memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan energi dunia. Hal ini berdampak langsung pada lonjakan harga minyak mentah dunia, di mana Brent naik ke level US$106,65 per barel.

Selain faktor perang, pasar juga masih mencermati isu mengenai status indeks MSCI. Analis dari Phintraco Sekuritas, Desy Erawati, menyebutkan bahwa sentimen terkait potensi perubahan status pasar Indonesia dari emerging market menjadi frontier market masih menjadi perhatian utama para investor. Kombinasi antara ketegangan geopolitik dan isu fundamental indeks global inilah yang diprediksi akan terus membuat pergerakan IHSG menjadi sangat volatil dalam beberapa waktu ke depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar