IHSG Terjun Bebas 4%! Analis Ungkap Biang Keroknya, Minyak Dunia Meroket

IHSG Terjun Bebas 4%! Analis Ungkap Biang Keroknya, Minyak Dunia Meroket

Haluannews Ekonomi – Gelombang tekanan hebat melanda pasar modal Indonesia hari ini, Rabu (4/3/2026), dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam lebih dari 4% pada penutupan perdagangan sesi I. Di sisi lain, harga minyak dunia justru melesat tinggi, terpicu oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengkhawatirkan.

COLLABMEDIANET

Pada penutupan sesi pertama, IHSG anjlok 343,20 poin atau setara 4,32%, mendarat di level 7.596,57. Sentimen negatif ini tercermin dari dominasi saham-saham yang melemah, di mana 748 saham bergerak di zona merah, hanya 68 yang menguat, dan 142 lainnya stagnan. Nilai transaksi pasar mencapai Rp 18,06 triliun, melibatkan 33,08 miliar saham dalam 2,09 juta kali transaksi. Akibatnya, kapitalisasi pasar turut tergerus menjadi Rp 13.545 triliun.

IHSG Terjun Bebas 4%! Analis Ungkap Biang Keroknya, Minyak Dunia Meroket
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Penurunan signifikan IHSG ini sebagian besar disumbang oleh saham-saham berkapitalisasi besar. Saham perbankan kembali menjadi pemberat utama, dengan Bank Central Asia (BBCA) menyeret indeks sebesar -11,84 poin, diikuti Bank Mandiri (BMRI) dengan -10,87 poin, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan -9,43 poin. Namun, secara keseluruhan, Telkom (TLKM) menjadi biang kerok terbesar dengan kontribusi negatif -28,4 poin, disusul Amman Mineral Internasional (AMMN) -21,24 poin, dan Bumi Resources Minerals (BRMS) -19,42 poin.

Fitch Ratings dan Ketidakpastian Kebijakan Ekonomi

Penyebab utama koreksi dalam IHSG tak lain adalah revisi outlook peringkat kredit Indonesia oleh lembaga pemeringkat global Fitch Ratings. Fitch mengubah prospek peringkat Indonesia menjadi "negatif" dari sebelumnya "stabil", meskipun tetap mempertahankan peringkat utang negara pada level BBB atau masih dalam kategori investment grade.

Menurut Fitch, perubahan outlook ini mencerminkan meningkatnya ketidakpastian kebijakan ekonomi serta kekhawatiran terhadap konsistensi dan kredibilitas bauran kebijakan pemerintah ke depan. Meskipun demikian, Fitch mengakui rekam jejak stabilitas makroekonomi Indonesia, pertumbuhan ekonomi yang relatif kuat, serta rasio utang pemerintah yang masih moderat dibandingkan negara-negara dengan peringkat serupa. Namun, sinyal ketidakpastian kebijakan ini cukup untuk memicu aksi jual di pasar modal.

Harga Minyak Melambung di Tengah Gejolak Timur Tengah

Bersamaan dengan tekanan di pasar saham, harga minyak dunia justru melesat pada perdagangan Rabu pagi. Gejolak di Timur Tengah, khususnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, menjadi pemicu utama kekhawatiran akan gangguan produksi dan distribusi energi di kawasan tersebut.

Per pukul 10.00 WIB, harga minyak mentah acuan global Brent Crude berada di level US$82,03 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) tercatat US$74,95 per barel, mengutip data Refinitiv yang diolah Haluannews.id. Secara harian, Brent naik tipis dari posisi penutupan Selasa di US$81,40 per barel. Jika ditarik sepekan ke belakang, reli harga minyak terlihat tajam, mengingat pada 24 Februari 2026, Brent masih berada di kisaran US$70,77 per barel.

Krisis Geopolitik Memanas: Dampak Global Meluas

Kenaikan harga minyak ini terpicu oleh serangan balasan Israel terhadap Iran pada Rabu dini hari, yang menargetkan lokasi peluncuran rudal, sistem pertahanan, serta infrastruktur tambahan Iran. Eskalasi ini memperburuk ketegangan yang sudah ada.

Di panggung diplomatik, Presiden AS Donald Trump turut memperkeruh suasana dengan mengancam akan memutuskan seluruh hubungan dagang dengan Spanyol setelah Madrid menolak mengizinkan militer AS menggunakan pangkalannya untuk misi terkait serangan terhadap Iran. Trump juga meluapkan ketidaksukaan terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, yang tidak ikut serta dalam serangan ke Iran meskipun mengizinkan penggunaan pangkalan Inggris oleh pasukan AS, dengan menyebut "Ini bukan Winston Churchill yang sedang kita hadapi."

Dampak perang terus meluas di kawasan. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan serangan Israel terhadap dua kota di selatan Beirut menewaskan enam orang dan melukai delapan lainnya. Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat sedikitnya 30.000 orang telah mengungsi di Lebanon akibat gelombang serangan udara Israel yang intensif.

Sementara itu, Departemen Pertahanan AS mengidentifikasi empat dari enam tentara Amerika yang tewas pada Minggu dalam serangan drone terhadap pangkalan AS di Kuwait. Presiden Trump mengklaim Iran sebenarnya berencana menyerang lebih dulu sebelum Washington bertindak, sekaligus merevisi pernyataan sebelumnya dari Menteri Luar Negeri Marco Rubio yang menyebut Israel memicu perang. "Saya pikir mereka akan menyerang duluan, dan saya tidak ingin itu terjadi. Jadi, jika ada, saya mungkin telah memaksa Israel untuk bertindak," ujar Trump.

Korban jiwa terus bertambah di kedua belah pihak. Perhimpunan Bulan Sabit Merah Iran menyatakan sedikitnya 787 orang telah tewas sejak konflik dimulai, dengan serangan terhadap sebuah sekolah dasar khusus perempuan di Minab yang menewaskan hingga 168 orang sebagai peristiwa terburuk. Iran sendiri terus menembakkan puluhan rudal balistik ke Israel, meskipun sebagian besar berhasil dicegat sistem pertahanan udara. Sejauh ini, 11 orang di Israel dilaporkan tewas sejak konflik pecah.

Krisis ini juga memicu pergerakan militer negara-negara Eropa. Presiden Prancis Emmanuel Macron memerintahkan kapal induk bertenaga nuklir Charles de Gaulle untuk berpindah dari Laut Baltik ke Laut Mediterania guna membantu melindungi aset sekutu, dikawal fregat dan sayap udaranya.

Situasi yang semakin memanas ini menciptakan ketidakpastian global, yang secara langsung berdampak pada pergerakan pasar keuangan dan komoditas, termasuk anjloknya IHSG dan melambungnya harga minyak.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar