Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya bergerak tipis di akhir sesi I perdagangan Kamis (9/1/2025). Kenaikan 0,04% ke level 7.083,37 menunjukkan pasar merespon rilis risalah bank sentral Amerika Serikat (AS) yang dirilis dini hari tadi. IHSG sempat menyentuh level psikologis 7.100 sekitar pukul 10.00 WIB, namun kemudian kembali ke kisaran 7.080-an.

Related Post
Nilai transaksi sesi I mencapai Rp 4,1 triliun, melibatkan 9,7 miliar saham yang diperdagangkan sebanyak 736.180 kali. Dari 784 saham yang diperdagangkan, 252 saham menguat, 319 saham melemah, dan sisanya stagnan. Sektor industri menjadi penopang utama IHSG dengan kenaikan 0,71%.

Namun, pergerakan IHSG tak lepas dari pengaruh saham-saham tertentu. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), keduanya menekan IHSG masing-masing sebesar 7,7 dan 2,9 indeks poin. Di sisi lain, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penahan koreksi dengan kontribusi positif 12,4 dan 6,5 indeks poin. Pergerakan ini menarik perhatian, mengingat keterkaitan kedua emiten tersebut dengan konglomerat Prajogo Pangestu.
Sentimen eksternal, khususnya risalah Federal Open Market Committee (FOMC) minutes The Fed, turut memengaruhi pergerakan IHSG. Risalah tersebut mengindikasikan perlambatan laju penurunan suku bunga tahun ini, merespon kekhawatiran inflasi dan dampak kebijakan pemerintahan AS. Risalah tersebut bahkan menyinggung potensi dampak perubahan kebijakan imigrasi dan perdagangan terhadap ekonomi AS. Probabilitas suku bunga The Fed dipertahankan pada pertemuan bulan ini pun mencapai lebih dari 95%, menurut CME Fedwatch Tool.
Haluannews.id Research
[email protected]
Sanggahan: Artikel ini merupakan opini jurnalistik Haluannews.id Research. Analisis ini bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.




Tinggalkan komentar