haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG berhasil menutup perdagangan Senin 31 Agustus 2026 dengan kejutan. Setelah sempat tertekan hebat sepanjang sesi, indeks acuan pasar modal Indonesia ini mampu bangkit dan mengakhiri hari dengan penguatan tipis di tengah gejolak pasar yang tinggi. Manuver penyesuaian portofolio investor menjelang efektifnya rebalancing MSCI menjadi latar belakang pergerakan ini.

Related Post
Berdasarkan data perdagangan IHSG ditutup menguat 736 poin atau 011 persen menuju level 652548. Perjalanan indeks hari ini bak roller coaster. Sempat anjlok hingga menyentuh titik terendah 647618 namun berhasil berbalik arah dan menyentuh puncak harian 652810 sebelum stabil di penutupan.

Kenaikan IHSG tak lepas dari dorongan kuat sejumlah emiten berkapitalisasi jumbo terutama dari sektor keuangan. PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk BBRI tampil sebagai motor utama penyumbang kenaikan indeks dengan kontribusi 932 poin. Selain BBRI saham-saham lain yang turut memberikan angin segar antara lain PT Adaro Energy Indonesia Tbk ADRO dengan sumbangan 324 poin PT Merdeka Copper Gold Tbk MDKA 297 poin PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk BBNI 281 poin dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk ADMR 220 poin.
Tak hanya sektor keuangan sektor industri juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan 05 persen. Disusul oleh sektor konsumer non-primer yang melaju 042 persen dan konsumer primer 022 persen.
Namun tak semua sektor mampu bertahan. Sektor kesehatan menjadi yang paling terpuruk dengan penurunan 235 persen. Sektor utilitas juga terkoreksi 088 persen diikuti teknologi 067 persen energi 027 persen dan properti 020 persen.
Beberapa saham blue chip justru menjadi pemberat indeks. PT Bayan Resources Tbk BYAN menekan IHSG hingga 867 poin. Disusul oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk AMMN yang mengurangi 359 poin PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk SRAJ 352 poin dan PT DCI Indonesia Tbk DCII 341 poin.
Aktivitas perdagangan hari ini juga mencatatkan angka fantastis. Total volume transaksi mencapai 4893 miliar saham dengan nilai mencapai Rp2472 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 237 juta kali. Sebanyak 413 saham berhasil menguat sementara 245 saham melemah dan 305 saham lainnya stagnan.
Di tengah volatilitas ini investor asing tetap menunjukkan kepercayaan diri. Mereka membukukan pembelian bersih net buy senilai Rp18356 miliar. Total pembelian mencapai Rp295 triliun sementara penjualan Rp277 triliun. Saham BBRI menjadi primadona investor asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp16398 miliar.










Tinggalkan komentar