haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG mendapat dorongan signifikan pada Selasa 1 September 2026 berkat performa gemilang PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk BBRI. Saham bank pelat merah ini melonjak 4% mengakhiri sesi perdagangan di level 3.380 rupiah, sekaligus menjadi motor penggerak utama pasar modal domestik.

Related Post
Sejak pembukaan pasar, pergerakan saham BBRI konsisten berada di jalur hijau, menutup hari di titik tertinggi harian. Lonjakan ini sontak mendongkrak kapitalisasi pasar BBRI hingga merangsek ke posisi kedua terbesar di bursa, mencapai nilai fantastis Rp507,2 triliun.

Antusiasme investor terhadap BBRI begitu terasa dengan total nilai transaksi mencapai Rp2,82 triliun, menjadikannya saham dengan volume perdagangan tertinggi kedua setelah PT Bumi Resources Tbk BUMI yang mencatat Rp2,87 triliun. Dominasi investor asing terlihat jelas, di mana mereka membukukan pembelian senilai Rp1,15 triliun dan penjualan Rp305,9 miliar. Alhasil, BBRI mencatat aksi beli bersih atau net foreign buy sebesar Rp841 miliar, angka tertinggi di antara seluruh saham yang juga diborong investor mancanegara hari itu.
Kenaikan impresif saham BBRI ini tak lepas dari rilis kinerja keuangan perusahaan yang luar biasa. Bank dengan fokus pada segmen UMKM ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp30,87 triliun pada semester I 2026. Angka ini menempatkan BRI sebagai bank dengan profitabilitas tertinggi di antara bank-bank kategori KBMI IV, jauh melampaui rata-rata laba kelompok tersebut yang berada di kisaran Rp25,39 triliun.
Pertumbuhan laba BRI juga patut diacungi jempol, mencapai 17,46% secara tahunan yoy, melampaui rata-rata pertumbuhan KBMI IV yang hanya 12,54% yoy. Perbaikan kualitas kredit menjadi salah satu fondasi kuat di balik performa cemerlang ini. Rasio kredit bermasalah non-performing loan NPL dan loan at risk LAR menunjukkan perbaikan serentak, yang pada gilirannya menekan biaya kredit cost of credit CoC perseroan.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan NPL BRI pada semester I 2026 berhasil ditekan menjadi 2,9%, lebih rendah dari 3,0% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini berkorelasi langsung dengan efisiensi CoC yang turun dari 3,4% pada semester I 2025 menjadi 3,1% di semester I 2026.
Secara keseluruhan, portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group mencapai Rp1.646 triliun pada semester I 2026, tumbuh 16,2% yoy. Ekspansi penyaluran kredit ini menjadi pilar utama yang mendorong pertumbuhan aset perseroan secara keseluruhan, yang tercatat naik 11,7% yoy.
Di sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga DPK BRI mencapai Rp1.581 triliun, meningkat 6,7% yoy. Dengan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibanding DPK, BRI berhasil mengoptimalkan peran intermediasinya sekaligus memaksimalkan pemanfaatan aset yang dimiliki.










Tinggalkan komentar