haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengukir performa luar biasa pada penutupan perdagangan Selasa (1/9/2026). Pasar modal Indonesia berhasil menembus level krusial 6.600, mengakhiri sesi dengan lonjakan tajam meski sempat diwarnai gejolak sepanjang hari.

Related Post
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melesat 74,46 poin atau setara 1,14%, parkir di angka 6.599,94. Sepanjang hari, indeks sempat menyentuh puncak 6.608,18 dan titik terendah 6.535,80, menunjukkan dinamika pasar yang cukup bergejolak.

Kekuatan utama di balik meroketnya IHSG tak lain adalah saham-saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi penyumbang poin terbanyak dengan 13,98 poin, diikuti oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menyumbang 9,39 poin, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan 7,82 poin.
Pada penutupan perdagangan, saham BBRI diperdagangkan di level Rp3.380, BBCA di Rp6.600, dan BMRI di Rp4.320, mencerminkan kepercayaan investor pada fundamental sektor ini.
Tak hanya bank, beberapa saham komoditas juga turut memberikan dorongan signifikan. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyumbang 5,47 poin, sementara PT United Tractors Tbk (UNTR) berkontribusi 4,42 poin, dan PT Astra International Tbk (ASII) menambah 3,47 poin.
Kinerja positif pasar juga terpancar dari pergerakan sektoral. Sektor konsumer non-primer memimpin dengan kenaikan fantastis 3,08%, disusul oleh utilitas 2,68%, energi 1,98%, dan finansial 1,96%, menunjukkan distribusi penguatan yang cukup merata di beberapa lini.
Namun, tidak semua sektor bernasib sama. Hanya dua sektor yang harus rela parkir di zona merah, yaitu teknologi yang terkoreksi 1,7% dan bahan baku yang melemah tipis 0,53%, mengindikasikan adanya rotasi sektoral di pasar.
Secara keseluruhan, sentimen positif mendominasi dengan 420 saham menguat, berbanding 233 saham yang melemah, dan 310 saham stagnan, menggambarkan optimisme investor.
Aktivitas perdagangan juga menunjukkan gairah yang tinggi, tercatat volume transaksi mencapai 50,34 miliar saham, dengan nilai transaksi fantastis sekitar Rp20,35 triliun, serta frekuensi perdagangan mencapai 2,63 juta kali.
Minat investor asing yang deras menjadi salah satu faktor pendorong. Pada sesi pertama, investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp972,6 miliar, dengan saham-saham perbankan seperti BBRI, BBCA, BMRI, serta BUMI menjadi primadona incaran mereka.
Dengan demikian, sektor perbankan terbukti menjadi lokomotif utama yang menjaga IHSG tetap melaju kencang, bahkan di tengah tekanan yang melanda saham-saham teknologi. Kontribusi gabungan BBRI, BBCA, dan BMRI saja sudah mencapai sekitar 31,19 poin terhadap total kenaikan IHSG hari ini.










Tinggalkan komentar