IHSG Melaju Kencang Tembus Angka Keramat

IHSG Melaju Kencang Tembus Angka Keramat

haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG membuka perdagangan Rabu 9 September 2026 dengan performa yang menjanjikan. Pada awal sesi, indeks acuan pasar modal Indonesia ini berhasil melesat 1439 poin atau 022 persen, menembus level psikologis 6700 tepatnya di 670084. Namun euforia tak berlangsung lama. Hanya berselang tiga menit setelah bel pembukaan berbunyi, IHSG berbalik arah dan terperosok ke zona merah.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia, pergerakan IHSG sempat menyentuh level tertinggi sementara di 670730 sebelum anjlok ke titik terendah 668054. Pada awal sesi, tercatat 299 saham mengalami penguatan, sementara 60 saham melemah, dan 303 saham lainnya bergerak stagnan. Aktivitas perdagangan menunjukkan volume mencapai 30571 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 20014 miliar.

IHSG Melaju Kencang Tembus Angka Keramat
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dinamika pasar hari ini diperkirakan akan diwarnai oleh berbagai sentimen. Beberapa data ekonomi yang dirilis kemarin memberikan sinyal positif bagi bursa Asia. Revisi pertumbuhan ekonomi Jepang yang lebih tinggi serta pelebaran surplus perdagangan Tiongkok menjadi angin segar. Namun, iklim investasi juga dihantui oleh meningkatnya ketegangan geopolitik. Konflik antara Iran dan Amerika Serikat serta sengketa tarif antara Kanada dan Negeri Paman Sam menjadi sorotan utama.

Investor akan memantau ketat data inflasi Tiongkok dan tingkat keyakinan konsumen Indonesia yang akan dirilis hari ini. Kedua indikator tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang yuan dan rupiah, harga komoditas global, serta kinerja pasar saham regional.

Di kawasan Asia-Pasifik, bursa saham bergerak bervariasi pada Rabu 9 September 2026. Lonjakan harga minyak mentah akibat eskalasi ketegangan AS-Iran menjadi pemicu utama. Kenaikan harga komoditas energi ini kembali memicu kekhawatiran investor terhadap laju inflasi dan prospek kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat The Fed.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 terpantau melemah 023 persen, diikuti oleh penurunan indeks Topix sebesar 035 persen. Sebaliknya, bursa Korea Selatan menunjukkan performa positif dengan indeks Kospi menguat 036 persen dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 047 persen. Indeks acuan Australia S&P/ASX 200 juga bergerak tipis di zona hijau. Pergerakan bursa Asia ini terjadi setelah pasar saham AS mengalami tekanan pada perdagangan Selasa, menyusul libur panjang Labor Day.

Harga minyak mentah Brent sempat melonjak menembus level 99 dolar AS per barel setelah penutupan perdagangan Selasa. Kenaikan drastis ini dipicu oleh laporan serangan kedua Iran terhadap kapal Angkatan Laut AS dalam pekan ini yang sebelumnya belum terungkap. Minyak mentah West Texas Intermediate WTI AS juga turut merangkak naik, bahkan sempat menembus 94 dolar AS per barel dalam perdagangan setelah jam bursa. Lonjakan ini terjadi setelah harga komoditas tersebut sudah menguat pada perdagangan reguler Selasa.

Kenaikan harga minyak yang signifikan memberikan tekanan berat terhadap tiga indeks utama Wall Street pada perdagangan Selasa. Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 12 persen, mencatatkan penurunan harian terburuk dalam hampir tiga pekan terakhir. Indeks S&P 500 juga terkoreksi 06 persen, sementara Nasdaq Composite melemah 03 persen. Pelemahan ini mencerminkan meningkatnya kewaspadaan investor terhadap risiko geopolitik dan dampaknya yang meluas terhadap inflasi global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar