Saham Bank Raksasa RI Terjun Bebas Asing Kabur

Saham Bank Raksasa RI Terjun Bebas Asing Kabur

haluannews.id – Pasar modal dikejutkan dengan anjloknya saham emiten perbankan swasta terbesar di Indonesia, Bank Central Asia (BBCA), yang merupakan bagian dari Grup Djarum. Pada penutupan sesi pertama perdagangan Rabu 9 September 2026, saham BBCA merosot tajam lebih dari 2 persen, tepatnya 2,25 persen atau setara 150 poin, sehingga parkir di level Rp 6.525 per saham. Penurunan ini menjadi sorotan utama di tengah aktivitas pasar yang ramai.

COLLABMEDIANET

Volume transaksi saham BBCA hari ini tercatat sangat masif, mencapai Rp 1,47 triliun, menjadikannya saham dengan nilai transaksi terbesar. Bahkan, pada titik terendahnya, saham BBCA sempat menyentuh level Rp 6.500 per saham, menunjukkan tekanan jual yang signifikan.

Saham Bank Raksasa RI Terjun Bebas Asing Kabur
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pelemahan BBCA tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, melainkan juga menjadi penekan utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Anjloknya saham bank jumbo ini disinyalir memangkas sekitar 14 poin dari indeks acuan tersebut, menciptakan sentimen negatif di pasar.

Yang lebih menarik perhatian, BBCA juga tercatat sebagai emiten yang paling banyak dilepas oleh investor asing. Sepanjang sesi pertama perdagangan, investor global kompak melakukan aksi jual bersih (net sell) saham BBCA dengan nilai fantastis mencapai Rp 419,03 miliar. Eksodus dana asing ini tentu memicu pertanyaan besar di kalangan pelaku pasar.

Di balik gejolak harga saham ini, diketahui bahwa BBCA baru saja melewati periode penting terkait pembayaran dividen. Masa cum date untuk dividen kuartalan telah berlalu pada tanggal 28 Agustus 2026, dan rencananya dividen tersebut akan didistribusikan kepada para pemegang saham pada 16 September 2026 mendatang.

Sebelumnya, para pemegang saham BBCA telah menyepakati alokasi dana sebesar Rp 3,07 triliun untuk pembagian dividen interim pada kuartal ketiga tahun buku 2026. Jumlah tersebut setara dengan Rp 25 per saham. Pembagian dividen ini merupakan realisasi dari rencana Perseroan untuk membagikan dividen interim sebanyak tiga kali sepanjang tahun buku 2026.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) yang digelar pada 12 Maret 2026, Direksi Perseroan telah menginformasikan bahwa, jika kondisi keuangan memungkinkan, mereka berencana membagikan dividen interim sebanyak tiga kali pada tahun 2026, yang dijadwalkan per kuartal. Pembagian dividen interim kali ini adalah yang kedua, menyusul dividen interim termin pertama (kuartal kedua tahun buku 2026) yang telah dibayarkan pada 26 Juni 2026.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar