Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (20/6) dengan penurunan 0,30%, parkir di level 6.907,14. Analis pasar dari Haluannews.id Research, Susi Setiawati, menuturkan pelemahan ini didorong oleh aksi ambil untung (taking profit) yang cukup signifikan. Lebih lanjut, ia menambahkan, minimnya sentimen positif juga menjadi katalis penurunan. Ketidakpastian global, khususnya memanasnya konflik Iran-Israel yang turut melibatkan AS, diprediksi akan berdampak jangka panjang terhadap pasar saham domestik.

Related Post
Susi menjelaskan, ancaman inflasi yang terus meningkat dan potensi perlambatan ekonomi global turut menekan kinerja IHSG. Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung beralih ke instrumen investasi yang lebih aman, seperti emas atau dolar AS, daripada saham yang dianggap lebih berisiko. "Jika perlambatan ekonomi terjadi, saham bukan lagi pilihan utama," tegas Susi dalam wawancara di program Closing Bell Haluannews.id.

Kondisi ini menjadi perhatian bagi pelaku pasar menjelang akhir pekan. Pergerakan IHSG selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan sentimen global dan domestik. Potensi pelemahan masih terbuka lebar jika ketidakpastian geopolitik dan ancaman inflasi belum mereda. Para investor disarankan untuk mencermati perkembangan situasi terkini dan melakukan strategi investasi yang hati-hati.
Wawancara lengkap dengan Susi Setiawati dapat disaksikan kembali di program Closing Bell Haluannews.id, Jumat (20/06/2025).
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar