Sayangnya investor asing masih menunjukkan sikap hati-hati dengan mencatatkan aksi jual bersih signifikan. Mereka melepas saham senilai Rp28890 miliar di pasar reguler dan total Rp42151 miliar di seluruh pasar. Dari sebelas sektor yang ada delapan di antaranya berhasil parkir di zona hijau dengan sektor energi memimpin penguatan sebesar 091 persen. Sementara itu sektor industri menjadi satu-satunya yang mengalami koreksi terdalam 048 persen.

Related Post
Sentimen positif tidak hanya datang dari dalam negeri. Bursa saham global Wall Street juga kompak menguat. Indeks Dow Jones naik 029 persen S&P 500 melonjak 042 persen dan Nasdaq bertambah 029 persen. Di tengah dinamika ini pasar primer di Indonesia tetap menarik perhatian. Enam emiten yang baru melantai di bursa pekan lalu mendapat sambutan hangat dari investor dengan rata-rata kelebihan permintaan mencapai 405 kali. Bursa Efek Indonesia BEI bahkan mengisyaratkan masih ada empat calon emiten lagi yang siap melakukan penawaran umum perdana saham IPO pada paruh kedua 2026. Kondisi ini turut tercermin dari penguatan ETF EIDO sebesar 042 persen dan pergerakan stabil indeks MSCI Indonesia yang naik tipis 004 persen.

Sejumlah emiten besar juga tengah menyiapkan strategi korporasi yang patut dicermati. Medco Energi Internasional MEDC misalnya sedang gencar mempersiapkan pengeboran empat sumur eksplorasi baru pada kuartal III-2026. Anggaran fantastis sekitar US$545 juta disiapkan untuk kegiatan yang berfokus di Blok Corridor Blok Madura Offshore dan Blok South Sumatra ini. Persiapan lokasi Sumur Rebonjaro Dalam-3 di Blok Corridor dengan estimasi biaya US$28 juta telah rampung. Sementara pengeboran Sumur Appraisal MS2-2 di Blok Madura Offshore senilai US$165 juta dijadwalkan mulai Agustus 2026. MEDC juga tengah menyiapkan pengeboran Sumur Lotus-1 di Blok South Sumatra dengan estimasi biaya US$5 juta. Rangkaian eksplorasi ini merupakan bagian dari upaya mendukung target produksi 165000–170000 BOEPD pada 2026 sekaligus menjaga cadangan terbukti dan terduga 2P sebesar 564 juta BOE.
Tak kalah menarik Astra International ASII mencatat kinerja penjualan mobil yang impresif. Sepanjang semester I-2026 penjualan wholesales ASII mencapai 222371 unit melonjak 10 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Khusus di bulan Juni 2026 saja penjualan mencapai 40235 unit tumbuh 37 persen secara tahunan dan 4 persen dibanding bulan sebelumnya. Pangsa pasar ASII bahkan telah melampaui 50 persen sejak Mei 2026 didukung oleh peluncuran New Toyota Veloz Hybrid. Secara industri penjualan mobil nasional juga tumbuh 16 persen secara tahunan menjadi 436567 unit pada semester I-2026 atau sekitar 51 persen dari target Gaikindo 850000 unit untuk tahun 2026.
Di sisi lain Asuransi Harta Aman Pratama AHAP berencana melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu PMHMETD V. Perusahaan ini akan menerbitkan maksimal 35 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp50 per saham. Jika seluruh saham terserap AHAP berpotensi menghimpun dana hingga Rp175 miliar. Dana tersebut akan digunakan sebagai modal kerja untuk memenuhi ketentuan ekuitas minimum perusahaan asuransi sebesar Rp250 miliar sesuai regulasi OJK yang berlaku paling lambat 31 Desember 2026. Dengan rasio HMETD 75 pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya berpotensi mengalami dilusi maksimal 4167 persen. Meskipun tidak ada pembeli siaga Asuransi Central Asia telah menyatakan komitmennya untuk melaksanakan seluruh porsi HMETD yang menjadi haknya. Perdagangan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 28 September hingga 2 Oktober 2026.
Disclaimer: Ingat bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.










Tinggalkan komentar