haluannews.id – Jakarta Pasar saham Asia dilanda koreksi masif pada Jumat 17 Juli 2026 namun Indeks Harga Saham Gabungan IHSG justru tampil perkasa. Melawan arus pelemahan regional IHSG berhasil ditutup melesat tajam memukau para investor dengan performa yang kontras.

Related Post
Berdasarkan data RTI Business IHSG sukses mengakhiri perdagangan sesi II dengan kenaikan signifikan 110 persen mencapai level 6175535. Total nilai transaksi hari itu menembus angka fantastis Rp1616 triliun melibatkan 2904 miliar saham yang berpindah tangan dalam 202 juta kali transaksi. Ini menunjukkan kepercayaan investor domestik yang kuat di tengah gejolak global.

Kinerja cemerlang IHSG tak lepas dari dorongan sektor-sektor kunci. Data dari Stockbit menunjukkan bahwa emiten keuangan memimpin penguatan dengan lonjakan 234 persen. Disusul oleh sektor siklikal yang naik 08 persen sektor kesehatan 067 persen dan sektor properti dengan kenaikan 038 persen. Sektor-sektor ini menjadi penopang utama IHSG untuk tetap hijau di tengah badai merah.
Sementara itu pemandangan berbeda terlihat di seluruh bursa saham Asia. Indeks acuan Taiwan menjadi yang paling terpukul dengan penurunan tajam 647 persen ke level 4267127. Di Korea Selatan indeks Kospi tidak bergerak karena libur nasional.
Di daratan Tiongkok indeks Shenzen anjlok 54 persen ke 1370688 dan indeks Shanghai juga terkoreksi 305 persen ke 376415 pada penutupan perdagangan. Jepang tak luput dari badai koreksi dengan indeks Nikkei ditutup merosot 403 persen ke 6414112 setelah sempat terperosok lebih dari 6 persen di awal sesi. Indeks Hang Seng HSI Hong Kong juga tak berdaya mengakhiri pekan dengan penurunan 178 persen ke 2456224.
Pelemahan masif di pasar Asia-Pasifik ini dipicu oleh aksi jual besar-besaran yang semakin intensif terutama pada saham-saham produsen chip dan teknologi. Tren koreksi ini bahkan meluas hingga ke pasar Eropa. Beberapa raksasa semikonduktor seperti ASMI dan ASML dari Belanda masing-masing anjlok 46 persen dan 38 persen. Saham STMicroelectronics kehilangan 5 persen sementara Infineon dan BE Semiconductor juga merosot tajam.
Meskipun terjadi gejolak signifikan di sektor kecerdasan buatan khususnya chip pasar Amerika Serikat menunjukkan ketahanan relatif. Indeks S&P 500 masih berada sekitar 1 persen di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada awal Juni. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan global IHSG berhasil menunjukkan ketangguhan luar biasa yang patut diapresiasi.








Tinggalkan komentar