haluannews.id – Sebuah foto yang beredar luas dari rapat kabinet Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memicu gelombang spekulasi dan kehebohan di pasar keuangan global. Dalam potret yang diambil di Camp David, Menteri Keuangan AS Scott Bessent secara tak sengaja terekam membawa catatan yang mengindikasikan rencana pembelian mata uang yen Jepang dalam skala masif, mencapai miliaran dolar AS.

Related Post
Momen krusial ini tertangkap kamera Reuters pada Jumat (waktu setempat), saat sesi rapat kabinet yang terbuka untuk liputan media. Tepat di hadapan Bessent, sebuah buku catatan terlihat jelas dengan tulisan tangan yang digarisbawahi: "To Do". Di bawahnya, tertera instruksi yang menggemparkan: "Buy Japanese Yen (JPY) $5-10 bil" atau "Beli Yen Jepang (JPY) senilai US$5-10 miliar". Angka ini setara dengan ratusan triliun rupiah, sebuah jumlah yang sangat fantastis.

Identitas Scott Bessent sebagai pemilik catatan tersebut diperkuat oleh kartu peserta rapat yang tergeletak di atas buku. Selain instruksi pembelian yen, tidak ada catatan lain yang terlihat pada halaman tersebut, menambah misteri di balik rencana mendadak ini. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Washington terkait maksud sebenarnya dari tulisan tersebut.
Jika rencana ini benar-benar terealisasi, langkah Washington untuk mengintervensi pasar yen akan menjadi peristiwa yang sangat langka dalam sejarah kebijakan mata uang AS modern. Departemen Keuangan AS terakhir kali melakukan intervensi serupa untuk mendukung yen pada tahun 2011. Kala itu, Amerika Serikat bergabung dengan negara-negara G7 dalam sebuah aksi terkoordinasi. Intervensi tersebut bertujuan menstabilkan pasar keuangan Jepang yang terguncang hebat pasca-gempa bumi dan tsunami dahsyat. Sejak saat itu, AS belum pernah lagi tercatat melakukan intervensi langsung untuk menopang mata uang Negeri Sakura.
Kemunculan catatan rahasia ini semakin menarik perhatian karena terjadi hanya beberapa jam setelah haluannews.id merilis laporan eksklusif mengenai potensi intervensi AS di pasar mata uang Jepang. Pada Jumat pagi, sekitar dua jam sebelum foto di Camp David diambil, sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengungkapkan bahwa Departemen Keuangan AS telah menginformasikan sejumlah bank tentang kemungkinan intervensi di pasar yen pada hari yang sama. Laporan tersebut sontak memicu gejolak di kalangan pelaku pasar, mengingat betapa jarangnya AS melakukan langkah langsung untuk memperkuat yen.
Sebelum isu intervensi AS mencuat, pemerintah Jepang sendiri telah mengambil langkah proaktif untuk memperkuat mata uangnya. Otoritas Jepang pada Jumat pagi waktu Tokyo dilaporkan telah melakukan intervensi guna menopang nilai tukar yen yang selama beberapa waktu terakhir terus tertekan terhadap dolar AS. Langkah ini berhasil memicu penguatan signifikan mata uang Jepang dalam perdagangan pagi hari. Kini, dengan terungkapnya catatan Bessent, spekulasi mengenai kolaborasi atau setidaknya kesamaan tujuan antara kedua negara semakin menguat, menandai babak baru dalam dinamika pasar valuta asing global.










Tinggalkan komentar