haluannews.id – Pasar keuangan Indonesia kembali bergairah setelah libur panjang. Nilai tukar rupiah menunjukkan kekuatan luar biasa, berhasil menguat signifikan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Momentum positif ini terjadi di tengah pelemahan greenback secara global dan perhatian pasar yang tertuju pada proses penting uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan Bank Indonesia.

Related Post
Berdasarkan data terbaru dari Refinitiv, mata uang Garuda membuka sesi perdagangan dengan performa impresif, terapresiasi sebesar 0,20% dan mencapai level Rp17.670 per dolar AS. Kenaikan ini sekaligus membalikkan kondisi pada Senin sebelumnya, di mana rupiah sempat tertekan dan ditutup melemah 0,11% pada posisi Rp17.705 per dolar AS.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY), yang menjadi barometer kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau terus melemah. Pada pukul 09.00 WIB, DXY tercatat turun tipis 0,01% ke level 98,905, melanjutkan tren pelemahan sebesar 0,09% dari sesi perdagangan sebelumnya. Kondisi ini memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk unjuk gigi.
Tekanan terhadap dolar AS muncul dari beberapa faktor fundamental. Salah satunya adalah rencana Departemen Keuangan AS untuk menggandakan pembelian kembali obligasi jangka panjang. Kebijakan ini memicu kekhawatiran di kalangan investor bahwa upaya menekan biaya pinjaman justru dapat mengikis nilai tukar dolar AS. Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi AS serta surutnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed) turut memperparah tekanan pada greenback. Proyeksi kenaikan suku bunga pada September kini hanya sekitar 40,1%, jauh menurun dari perkiraan 55% sebulan sebelumnya.
Dari ranah domestik, sorotan utama pelaku pasar beralih ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Komisi XI DPR RI dijadwalkan menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap Destry Damayanti, Pejabat Gubernur sementara BI, pada pukul 10.00 WIB hari ini. Destry merupakan calon tunggal Gubernur BI yang diajukan oleh Presiden.
Pencalonan Destry disambut positif oleh pasar. Rekam jejaknya yang panjang dan beragam, meliputi dunia akademik, pasar keuangan, perbankan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga Bank Indonesia, dinilai sebagai modal berharga. Fakhrul Fulvian, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, menyoroti pengalaman Destry sebagai Deputi Gubernur Senior dan Pejabat Gubernur sementara BI sebagai fondasi kuat untuk memimpin bank sentral.
"Menurut saya Ibu Destry mempunyai pengalaman yang sangat lengkap. Tetapi tantangan Gubernur BI berikutnya bukan hanya menjalankan Bank Indonesia dengan baik. Tantangannya adalah mempersiapkan Bank Indonesia menghadapi dunia yang bahkan mungkin belum sepenuhnya dapat kita bayangkan hari ini," ungkap Fakhrul. Ia menambahkan bahwa keberhasilan pemimpin BI di masa depan tidak hanya diukur dari satu siklus suku bunga, melainkan juga dari pemahaman mendalam tentang keterkaitan uang, kredit, aset, teknologi, kebijakan fiskal, dan dinamika pasar global.
Kepastian mengenai kepemimpinan Bank Indonesia menjadi krusial bagi pelaku pasar, mengingat perannya dalam menjamin kesinambungan kebijakan moneter dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Selain Destry, Komisi XI DPR juga akan melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan untuk calon Deputi Gubernur Senior BI, Aida S. Budiman, pada pukul 14.00 WIB di hari yang sama. Proses seleksi ini akan berlanjut pada Kamis (27/8/2026) dengan agenda uji kelayakan dua calon Deputi Gubernur BI, Solikin M. Juhro dan Anwar Bashor.










Tinggalkan komentar