Haluannews Ekonomi – Gejolak hebat melanda pasar modal Indonesia pada Rabu (28/1/2026), ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas hingga memicu penghentian perdagangan sementara atau trading halt. Namun, di tengah kepanikan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampil menenangkan, optimis bahwa indeks acuan tersebut akan pulih dan kembali "hijau" dalam kurun waktu satu pekan ke depan.

Related Post
Purbaya menjelaskan bahwa ambruknya IHSG yang terkoreksi lebih dari 8% pada pukul 13.43 WIB tersebut lebih disebabkan oleh sentimen teknis yang bersifat sesaat. Pemicunya adalah pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang secara tajam menyoroti masih adanya persoalan serius terkait transparansi dan penilaian free float saham-saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes, meskipun Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan perbaikan minor. "Ini kan masih shock. Besok mungkin flat. Minggu depan lah Anda lihat minggu depan (pulih)," ujar Purbaya di Istana Negara, Jakarta, seperti dilansir Haluannews.id.

"Ini karena berita negatif tadi, kita tidak dianggap transparan, free floating-nya tidak cukup besar, sehingga harganya bisa dipermainkan," tutur Purbaya. Ia juga tidak menampik bahwa volatilitas pasar hari itu diperparah oleh masih maraknya praktik spekulatif oleh "penggoreng saham" yang bebas berkeliaran. Aktor-aktor tak bertanggung jawab ini, menurutnya, kerap meraup untung besar, sementara investor ritel yang berorientasi fundamental justru dirugikan.
Meski demikian, keyakinan Purbaya tak goyah. Ia menegaskan bahwa secara fundamental ekonomi, tekanan pada IHSG seharusnya tidak terjadi. Pilar ekonomi makro Indonesia, lanjutnya, berada dalam kondisi kokoh berkat komitmen tak tergoyahkan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas serta mempercepat pertumbuhan ekonomi hingga target 6% pada tahun 2026. "Karena pondasi ekonomi betul-betul kita perbaiki dengan serius. Saya sebetulnya tidak terlalu peduli indeks. Kalau ini (fundamental ekonomi) bagus, di sana otomatis naik," ungkapnya, menekankan pentingnya fundamental di atas fluktuasi pasar.
Sebagai catatan, IHSG membuka perdagangan pagi dengan terjun bebas 6,8% ke level 8.369,48. Tren negatif ini berlanjut di awal sesi II, di mana indeks melanjutkan penurunan hingga menembus batas 8% ke posisi 8.261,79, atau terkoreksi hingga 718 poin.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar