Haluannews Ekonomi – Kejutan datang dari emiten tambang emas, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), dengan pengumuman pengunduran diri Hardi Wijaya Liong dari jabatannya sebagai Presiden Komisaris. Surat pengunduran diri diterima perusahaan pada 3 November 2025.

Related Post
Pengunduran diri ini akan resmi berlaku setelah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang. Perusahaan telah melaporkan perihal ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Reaksi pasar terhadap berita ini terlihat dari pergerakan saham EMAS yang terkoreksi tipis 0,49% ke level Rp4.070 pada pukul 10.48 WIB. Meskipun demikian, kapitalisasi pasar EMAS masih terbilang besar, mencapai Rp65,85 triliun.
Sebagai informasi tambahan, EMAS, yang merupakan anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), baru saja memulai penambangan di Proyek Emas Pani di Gorontalo. Proyek ini digadang-gadang sebagai salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia dengan potensi sumber daya lebih dari 7 juta ounces emas.
Saat ini, Proyek Emas Pani menggunakan metode heap leach dengan target produksi 140.000 ounces emas per tahun. EMAS berencana membangun fasilitas carbon-in-leach (CIL) untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga 500.000 ounces emas per tahun pada tahun 2030. Langkah ini menunjukkan ambisi EMAS untuk menjadi pemain utama di industri pertambangan emas Indonesia.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar