haluannews.id – Dunia perbankan kembali diwarnai kabar penting. PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. (SDRA), atau yang akrab disapa BWS, mengonfirmasi perpisahan salah satu tokoh penting di jajaran dewan komisarisnya. Ahmad Fajarprana, seorang profesional dengan rekam jejak panjang di sektor keuangan, telah mengajukan surat pengunduran diri dari posisinya sebagai Komisaris Independen.

Related Post
Direktur SDRA, Ricko Irwanto, dalam keterbukaan informasi yang diberitakan pada Kamis (17/9/2026), menjelaskan bahwa perseroan telah menerima surat resmi pengunduran diri dari Ahmad Fajarprana pada tanggal 16 September 2026. Ricko menambahkan, permohonan pengunduran diri ini akan dibahas dan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan datang, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan penelusuran dari profil LinkedIn pribadinya, Ahmad Fajarprana telah mengemban amanah sebagai komisaris independen di BWS sejak November 2014. Kepergiannya tentu menjadi perhatian, mengingat kontribusinya selama lebih dari satu dekade di bank tersebut.
Sebelum bergabung dengan BWS, Ahmad Fajarprana memiliki karir yang cemerlang dan beragam. Ia pernah menduduki posisi strategis sebagai direktur di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Di LPS, ia menjabat sebagai Direktur Grup Penanganan Klaim dari tahun 2013 hingga 2014, setelah sebelumnya memegang posisi Direktur Manajemen Risiko pada periode 2010 sampai 2013.
Perjalanan profesionalnya juga mencakup peran penting di berbagai institusi keuangan lainnya. Ahmad pernah menjabat sebagai Vice President dan Group Head of Loan Work Out di Indonesia Banking Restructuring Agency dari tahun 1999 hingga 2004. Ia juga sempat menjadi Kepala Kantor Perwakilan Bankers Trust Co. untuk Indonesia antara tahun 1996 dan 1999. Lebih jauh ke belakang, ia pernah berkarya di Citibank sebagai Wakil Presiden, dengan tanggung jawab sebagai Senior Relationship Officer untuk institusi keuangan dari tahun 1991 hingga 1996.








Tinggalkan komentar