haluannews.id – Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve atau The Fed, secara resmi mengambil langkah tegas menaikkan suku bunga acuannya. Keputusan ini, yang diumumkan setelah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu lalu, menambah 25 basis poin pada Fed Funds Rate, menjadikannya berada di kisaran 3,75% hingga 4,00%.

Related Post
Menurut analisis Maesaroh, seorang ekonom dari haluannews.id Research, kebijakan The Fed ini diperkirakan akan memicu perubahan signifikan pada arah suku bunga global. Sinyal kuat untuk kenaikan lanjutan tidak terhindarkan, terutama mengingat data makroekonomi AS yang menunjukkan inflasi masih jauh dari target 2% dan pasar tenaga kerja yang tetap kokoh.

Di tengah eskalasi konflik geopolitik dan lonjakan harga minyak dunia yang memicu inflasi global, era suku bunga tinggi tampaknya menjadi keniscayaan. Kondisi ini membawa implikasi serius bagi pasar keuangan, mendorong arus keluar modal atau capital outflow dari pasar saham dan obligasi, termasuk yang terjadi di Indonesia.
Untuk pembahasan lebih mendalam, simak dialog lengkap Andi Shalini bersama Economist haluannews.id Research, Maesaroh, dalam program Squawk Box haluannews.id pada Kamis (17/09).










Tinggalkan komentar